PGN Saka Wujudkan Komitmen Pengelolaan Lingkungan Berstandar Internasional
- [Istimewa]
Jakarta, VoxPop – Sub Holding Gas Pertamina, PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka), mencatatkan kinerja produksi melampaui target APBN serta konsisten menerapkan pengelolaan lingkungan berstandar internasional.
Pada Kamis, 5 Februari 2026, PGN Saka pun menerima kunjungan kerja (kunker) dari Panitia Kerja (Panja) Lingkungan Hidup Komisi XII DPR RI, di Onshore Processing Facility (OPF) Saka Indonesia Pangkah Limited di Gresik, Jawa Timur.
Ketua Tim Panja Lingkungan Hidup Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung implementasi pengelolaan lingkungan hidup, yang terintegrasi dengan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), keandalan operasi, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
"Komisi XII DPR RI juga memastikan bahwa kegiatan operasional hulu migas PGN Saka selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, perlindungan lingkungan, dan pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi," kata Putri dalam keterangannya, Kamis, 5 Februari 2026.
PGN SAKA
- [Istimewa]
Dalam kesempatan ini, Panja Lingkungan Hidup Komisi XII DPR RI melakukan peninjauan lapangan terhadap penerapan standar operasional mitigasi risiko lingkungan.
Kunjungan ini sekaligus menjadi forum dialog antara pemangku kepentingan yaitu legislatif dan pemerintah serta pelaku usaha terkait pengelolaan lingkungan di sektor hulu migas.
"PGN Saka menunjukkan bahwa peningkatan kinerja hulu migas dapat berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Komisi XIII DPR RI menilai komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan, penurunan emisi, dan penerapan prinsip keberlanjutan patut diapresiasi,” ujarnya.
Direktur Utama PGN Saka, Intan Fauzi mengatakan, selain mencatatkan kinerja operasional yang melampaui target APBN, pihaknya secara konsisten menerapkan sistem pengelolaan lingkungan berstandar internasional melalui sertifikasi ISO 14001:2015. Sertifikasi ini menegaskan penerapan sistem manajemen lingkungan yang sistematis, terdokumentasi, dan berkelanjutan.
Melalui program penanaman dan konservasi mangrove, PGN Saka juga berhasil meraih penghargaan Pilot Project Low Carbon Initiative (LCI) dari SKK Migas.
"Pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam implementasi pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari strategi bisnis,” ujarnya.
Diketahui, penghargaan LCI tersebut mencakup penanaman 120.000 pohon mangrove secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat lokal, didukung peta jalan restorasi jangka panjang di Banyuurip Mangrove Center, Gresik.
