BCA Pilih Jalan yang Berbeda
- VoxPop/Andry Daud
“Masih banyak wilayah di Indonesia Timur yang belum terjangkau kami. Bila ingin memperluas pasar, salah satu yang bisa kami lakukan adalah dengan mendirikan cabang-cabang baru supaya jumlah nasabah BCA yang saat ini hampir mencapai 40 juta dapat ditingkatkan,” ujar Setiady.
Penambahan cabang BCA juga relevan dengan peningkatan jumlah ATM BCA di seluruh Indonesia. Saat ini, BCA memiliki lebih dari 20 ribu mesin ATM, eningkat dari 2021 yang tercatat masih 18.034 mesin ATM.
Pelayanan kantor cabang BCA pun telah beradaptasi dengan perkembangan teknologi, bahkan sejak 2018. Saat ini, sebagian besar kantor cabang BCA telah bertransformasi menjadi cabang digital.
Mesin dan aplikasi digital dapat digunakan oleh nasabah secara mandiri, seperti aplikasi eBranch yang digunakan untuk reservasi kedatangan dan kemudahan pengisian slip sebelum ke kantor cabang, mesin CS Digital untuk penggantian kartu dan registrasi fasilitas BCA, mesin eService untuk pencetakan buku dan pembukaan rekening, hingga mesin STAR Teller untuk transaksi tarikan dan setoran tunai.
Meski inovasi digital kantor cabang terus dilakukan, Setiady memastikan hal ini tidak berdampak terhadap pengurangan karyawan.
“Penggunaan aplikasi digital di kantor cabang bertujuan untuk menciptakan pelayanan yang lebih cepat dan efisien. Dengan model seperti ini, karyawan di kantor cabang pun memiliki waktu yang lebih banyak untuk menjalin hubungan dengan nasabah dan memberikan pelayanan yang lebih personal. Transformasi cabang digital dan peningkatan relationship dengan nasabah akan menjadi dua pilar utama dalam pengembangan layanan BCA di kantor cabang,” ungkap Setiady.
