BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen, Pengamat Sebut Pasar Akan Respons Positif Tapi...

ilustrasi suku bunga
Sumber :
  • Adri Prastowo

Jakarta, VoxPop - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) menjadi sorotan utama pelaku pasar. Pada pertemuan yang dilaksanakan pada pekan ini, bank sentral diprediksi akan menahan suku bunga acuan (BI-Rate). 
 
Pada tahun 2025, BI telah melakukan pemangkasan terhadap BI-Rate sebanyak lima kali. Saat ini, Bi-Rate berada di level 4,75 persen.

img_title Bank Indonesia Tahan BI Rate di 5,75 Persen, Simak Penjelasan Lengkapnya

Tim Analis Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa investor akan mempertahankan suku bunga pada level tersebut. BI juga akan tahan suku bunga Deposit Facility di level 3,75 persen dan Lending Facility di 5,5 persen.

Dalam pertemuan juga dilaporkan data pertumbuhan kredit bulan Januari 2026. Angkanya diproyeksi relatif stabil, yakni berada di kisaran 9,6 persen.

img_title Rupiah Melemah ke Rp 17.931 saat Pasar Antisipasi Kenaikan BI Rate di Pengumuman RDG BI Hari ini

Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, menuturkan sikap BI tahan suku bunga (dovish) cenderung akan mendapat respons positif dari pelaku pasar. Menurutnya, keputusan untuk tidak mengubah suku bunga acuan memberikan kepastian likuiditas sekaligus menjaga nilai tukar (kurs) rupiah. 

"Dampaknya lebih ke sentimen jangka pendek, bukan langsung mengubah tren," tutur Reydi dikutip dari Antara pada Rabu, 18 Februari 2026. 

img_title Bank Jakarta Pilih Pertumbuhan Berkualitas di Tengah Kenaikan Suku Bunga

Ilustrasi pergerakan IHSG.

Photo :
  • VoxPopnews/M Ali Wafa

Selain RDG BI, kata Reydi, pelaku pasar juga menantikan sejumlah data global. Mulai dari arah kebijakan suku bunga global oleh Federal Reserve (The Fed), arus dana asing, stabilitas rupiah, serta kejelasan kebijakan domestik, termasuk reformasi pasar Indonesia dan isu free float.

Reydi turut menyoroti kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) seiring kombinasi sentimen global yang membaik, terutama penguatan bursa regional dan harga komoditas yang stabil. Dari domestik, sentimen positif berasal dari ekspektasi stabilitas makro dan reformasi dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

IHSG menguat 1,19 persen atau 97,96 poin hingga menyentuh level 8.310,23 pada penutupan perdagangan Rabu sore, 18 Februari 2026. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 25,33 triliun dengan total perdagangan sebanyak 3,20 juta transaksi. 

Seluruh sektor saham kinclong dipimpin kenaikan sektor transportasi sebesar 3,25 persen. Penguatan signifikan juga dicatatkan sektor energi sebesar 2,45 persen, sektor konsumer siklikal meningkat 2,00 persen, dan sektor infrastruktur melambung 1,94 persen.  

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Rupiah Menguat ke Rp 17.915 usai Pengumuman soal Defisit APBN dan BI Rate

Hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.915 per dolar AS. Posisi itu menguat 2 poin atau 0,01 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.917 per dolar AS.

img_title
VoxPop.co.id
23 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut