Perpanjang Kontrak ExxonMobil di Blok Cepu, Bahlil Ungkap Poin Utama Negosiasinya

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Sumber :
  • VoxPop/Rahmat Fatahillah Ilham

Jakarta, VoxPop – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengaku, pihaknya masih bernegosiasi dengan ExxonMobil terkait perpanjangan kontrak Blok Cepu di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.

img_title Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga Pasokan 40 Persen Kebutuhan LPG Nasional

"Perpanjangan Exxon sekarang lagi dalam negosiasi," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

Lapangan minyak Banyu Urip Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Photo :
  • VoxPop.co.id/Nur Faishal
img_title Wadirut Pertamina Bagikan Upaya Pertamina Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Dia menjelaskan, kontrak pengelolaan Blok Cepu oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) semestinya selesai pada tahun 2035. Komposisi saham pengelolaan Blok Cepu saat ini adalah 45 persen milik Pertamina, 45 persen milik ExxonMobil, dan 10 persen untuk badan usaha milik daerah (BUMD).

“Dari 2035 itu, karena mereka menemukan beberapa sumber baru lagi, maka ada keinginan untuk memperpanjang,” ujar Bahlil.

img_title Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Bersih Lewat Kolaborasi Pengolahan Sampah Menjadi Hidrogen Rendah Karbon

Perpanjangan itulah yang diakui Bahlil saat ini masih dalam tahap negosiasi. Dimana, poin yang bergulir dalam negosiasi tersebut yakni terkait hak-hak pembagian hasil produksi, yang meliputi berapa hak pemerintah dan berapa hak perusahaan.

Dalam negosiasi tersebut, Bahlil menegaskan bahwa hak atau pendapatan bagi negara itu jauh lebih penting, sehingga ia memikirkan cara mana yang paling menguntungkan untuk negara.

“Kami belum ketemunya di situ, tetapi secara prinsip yang lain sudah kita ketemu,” ujarnya.

Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, adalah salah satu lapangan minyak terbesar di Indonesia yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Sebelum Proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC), produksi Exxon hanya mencapai 150 ribu barel per hari.

Kini, setelah Proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC), angkanya naik menjadi 180 ribu barel per hari atau setara dengan 25–30 persen lifting minyak nasional. (Ant).

BBM Non-Subsidi turun harga Pertamax Series dan Dex Series

Harga Pertamax Turun Jadi Rp 15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026, Intip Daftar Lengkapnya

Harga Pertamax mengalami penurunan dari Rp16.250 per liter pada Juli 2026, menjadi Rp15.950 per liter mulai 1 Agustus 2026. Harga Pertamax Green juga ikut turun.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut