Data World Economic Forum Ungkap Lonjakan Gaya Hidup & Prioritas Kesehatan Pascapandemi

Ilustrasi ruangan menggunakan Vertical Blinds
Sumber :
  • Pixabay

Jakarta, VoxPop – Survei World Economic Forum (WEF) melaporkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat, telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sebanyak 62 persen responden kini menempatkan kesehatan sebagai prioritas yang semakin penting pascapandemi.

img_title Cuaca Makin Panas, Ketahui Batas Suhu Udara yang Bisa Memicu Heatstroke

Gaya hidup sehat tidak hanya terkait pola makan dan aktivitas fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Lingkungan tempat tinggal, belajar, dan bekerja, dapat menjadi sumber paparan berbagai zat yang berpotensi memengaruhi kesehatan jangka panjang.

Arsitek dan Urban Designer, Adjie Negara mengatakan, seiring berkembangnya teknologi dan industri, banyak produk rumah tangga, material bangunan, hingga peralatan sehari-hari menggunakan berbagai bahan kimia untuk meningkatkan fungsi, daya tahan, maupun kualitas produk. 

img_title Starlead Technology Usung Material Sintered Stone sebagai Alternatif Daya Tahan Kualitas Perabotan

Konsultasi material bangunan di Depo Bangunan

Photo :

Namun, pemahaman mengenai jenis dan potensi dampak bahan kimia tersebut menjadi penting, agar masyarakat dapat menggunakan produk secara lebih bijak dan aman. Dia menjelaskan, lingkungan tempat kita tinggal atau bekerja dapat sangat memengaruhi kesejahteraan penghuninya.

img_title Asuransi Savara BRI Life Tawarkan Proteksi Komprehensif dan Kepastian Dana Rencana Masa Depan

“Bangunan yang kita buat harus memperhatikan banyak hal, mulai dari penempatan mukaan sehingga ada sinar matahari yang masuk lebih banyak, kemudian penghawaan, sirkulasi silang, dan penempatan elemen-elemen hijau. Semua itu bukan hanya sebagai sumber oksigen, tapi juga stress relief yang penting untuk mental health,” kataAdjie dalam keterangannya, Sabtu, 14 Maret 2026

Pemilihan material bangunan menurutnya juga penting. Dia mencontohkan, pemilihan lantai untuk outdoor, berbeda dengan material indoor. "Kita juga harus menghindari yang namanya threat hazard, jadi hambatan-hambatan atau kendala yang dapat membahayakan karena salah memilih material," ujarnya.

Pemilihan material bangunan harus diperhitungkan mulai dari atap, dinding, hingga lantai. Adjie menjelaskan, memilih material merupakan elemen yang sangat penting dalam arsitektur, termasuk kalau berbicara tentang building secara umum dimana salah satu kriteria utamanya adalah pemilihan material.

Terlebih bagi material yang akan bersentuhan langsung dengan pengguna yang akan beraktivitas di dalamnya, baik melalui kulit atau terhirup melalui pernapasan, atau melalui pipa saluran air yang akan memengaruhi kualitas airnya. 

"Untuk rumah tinggal, jika dihuni oleh orang yang mempunyai kebutuhan atau sensitivitas khusus, seperti asma misalnya, pastinya harus menghindari bahan kimia tertentu,” ujar Adjie.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut