Ketua Dewan Pakar Asprindo Soroti Penerapan Soemitronomics dalam Kebijakan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto
Sumber :
  • Youtube Sekretariat Presiden

Jakarta, VoxPop – Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo), Prof Didin S Damanhuri, menyoroti arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto dalam satu tahun terakhir. Ia melihat Prabowo sedang mencoba menerapkan pendekatan Soemitronomics.

img_title Ekonomi RI Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29 Persen, Airlangga: Di ASEAN Kita Salah Satu yang Top!

Didin menuturkan, istilah Soemitronomics merujuk pada pemikiran ekonomi dari Soemitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo Subianto. Menurut Didin, konsep ini merupakan cerminan dari Pasal 33 UUD 1945 yang menekankan keseimbangan antara peran negara, swasta, dan koperasi dalam perekonomian nasional.

Soemitronomics, kata Didin, memiliki kemiripan dengan sistem sosialisme demokrat di negara-negara Eropa Barat, khususnya kawasan Skandinavia seperti Swedia, Finlandia, Denmark, Norwegia, dan Islandia. 

img_title MyPertamina Tebar Produk UMKM Binaan Gratis di GIIAS 2026

Apa Itu Soemitronomics?

Ilustrasi keuangan digital

Photo :
  • Iyashenko
img_title Ekonomi Kuartal II Dinilai Tumbuh Cukup Baik, Purbaya Pede Semester II Capai 6 Persen

Didin menafsirkan, Soemitronomics menitikberatkan pada kedaulatan rakyat dalam ekonomi. Dalam konsep ini, negara berperan aktif mengatur pasar agar tetap sehat, sekaligus mencegah dominasi kapital yang berlebihan.

Ia mencontohkan praktik di negara sosial demokrasi, di mana sektor swasta tetap berkembang da tetap tunduk pada regulasi pemerintah mulai dari pajak progresif, iuran jaminan sosial, aturan anti-monopoli serta regulasi-regulasi lainnya. Sehingga koperasi bisa tumbuh berdampingan dengan pengusaha swasta yang bekerja di lingkungan sosialisme.

“Mereka (koperasi dan sektor swasta) berkiprah dalam mekanisme pasar yang sehat. Pengembangan ekonomi tidak boleh dengan kultur kolonial dan mental inlander yang hanya menciptakan pengusaha-pengusaha ersatz palsu,” ujar Didin dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 26 Maret 2026.

Tantangan Ekonomi di Indonesia

Didin melihat, Soemitronomics menjadi bentuk ikhtiar pemerintah dalam menghadapi tantangan utama di Indonesia yang masih maraknya mekanisme perburuan rente (rent seeking economic activity). Praktik ini merupakan upaya memperoleh keuntungan melalui kedekatan atau lobi-lobi dengan pemegang kekuasaan bukan melalui inovasi atau efisiensi.

"Jadi saya kira, asal bukan rent seekers, swasta bisa berkembang di dalam konteks Ekonomi Pancasila seperti kata Bung Hatta serta melihat juga seperti di negara-negara sosialisme demokrasi," tutur Didin.

Belum lagi bicara adanya lapisan UMKM pengusaha pribumi sebagai cikal bakal kelas menengah. Ia menekankan pentingnya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang saat ini mendominasi lebih dari 99 persen struktur dunia usaha nasional.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut