Pendapatan BUMA Internasional Merosot Dua Digit Imbas Cuaca Buruk Ganggu Operasional

Anak usaha PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA).
Sumber :
  • [Istimewa]

Jakarta, VoxPop – Emiten pertambangan, PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), melaporkan kinerja keuangan dan operasional yang telah diaudit tertekan sepanjang tahun buku 2025. Pendapatan grup turun dua digit akibat gangguan operasional, cuaca buruk, hingga penyelesaian kontrak di sejumlah wilayah operasional perseroan. 

img_title Tumbuh 23 Persen, MPMX Bukukan Laba Bersih Konsolidasian Rp 336 Miliar di Semester I-2026

Berdasarkan laporan keuangan hingga 31 Desember 2025, pendapatan BUMA tercatat sebesar US$1,48 miliar atau sekitar Rp 25,17 triliun (estimasi kurs Rp 17.010 per dolar AS). Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 16 persen secara secara year on year (yoy). 

Dari sisi profitabilitas, EBITDA BUMA turun menjadi US$175 juta dengan margin 14 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya volume produksi, kenaikan biaya bahan bakar, serta beban pesangon. Jika faktor pesangon dikeluarkan, EBITDA tercatat sebesar US$207 juta dengan margin 17 persen.

img_title Samudera Indonesia Cetak Laba Bersih US$32,52 Juta di Semester I-2026

"Gangguan yang kami hadapi pada kuartal pertama berdampak signifikan  terhadap produksi dan pendapatan, sekaligus menunjukkan area-area di mana pendekatan kami dapat  diperkuat," ujar Direktur BUMA, Iwan Fuad Salim, dikutip dari keterbukaan informasi pada Senin, 30 Maret 2026. 

PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA)

Photo :
  • [Istimewa]
img_title Transformasi BRIvolution Reignite Kian Akseleratif, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian Nasional

Ia menambahkan, perseroan merespons cepat dengan memperketat disiplin operasional, meningkatkan pengendalian biaya, serta memperkuat fundamental pemeliharaan dan likuiditas. Langkah-langkah ini dinilai dapat mendorong peningkatan produktivitas, biaya, dan arus kas sepanjang tahun, serta memberikan fondasi yang lebih kuat saat memasuki tahun 2026.

Perseroan membukukan rugi bersih sebesar US$128 juta atau sekitar Rp 2,17 triliun. Kerugian ini dipicu oleh penurunan EBITDA, penyisihan piutang usaha dari kontrak yang telah berakhir di Australia, serta penurunan nilai aset (impairment) yang beroperasional Australia dan Amerika Serikat (AS).

Meski demikian, tekanan tersebut sebagian tertopang oleh keuntungan nilai wajar sebesar US$41 juta dari investasi BUMA di 29Metals serta keuntungan selisih kurs sebesar US$36 juta. Berbalik dari kerugian US$19 juta pada tahun 2024 menjadi keuntungan US$17 juta pada tahun 2025. 

Pembalikan pencadangan piutang di Australia setelah putusan Mahkamah Agung Queensland yang memenangkan BUMA Australia turut menahan kerugian tidak semakin bengkak. Perseroan menyampaikan, penyelesaian keuangan yang diharapkan terealisasi di 2026. 

Grup membukukan arus kas bebas (free cash flow) positif sebesar US$8 juta, dibandingkan negatif US$60 juta pada sepanjang tahun 2024. Pada kuartal IV-2025 saja, Grup membukukan arus kas bebas sebesar US$57 juta yang menjadi capaian arus kas bebas kuartalan tertinggi sepanjang tahun. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut