Pendapatan Bisnis Data Center Toto Sugiri Melejit 40 Persen pada 2025

Direktur Utama dan Kepala Eksekutif DCI Indonesia Otto Toto Sugiri.
Sumber :
  • VoxPop/Lazuardhi Utama

Jakarta, VoxPop – Emiten pusat data (data center) milik Otto Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk (DCII), melaprokan kinerja keuangan solid sepanjang 2025. Pendapatan perseroan melesat 40,1 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 2,5 triliun dari sebelumnya Rp 1,8 triliun.

img_title Samudera Indonesia Cetak Laba Bersih US$32,52 Juta di Semester I-2026

Direktur Keuangan DCI, Evelyn, menjelaskan pertumbuhan dua digit ini ditopang oleh kontribusi pusat data baru JK6 yang mulai beroperasi pada 2025. Selain itu, moncernya pendapatan karena keberhasilan ekspansi bisnis dari pelanggan lama maupun baru.

“Peningkatan pendapatan ini merefleksikan kontribusi dari gedung pusat data JK6 yang baru mulai beroperasi pada tahun 2025, serta didukung juga oleh pertumbuhan ekspansi bisnis pelanggan, baik dari pelanggan eksisting maupun pelanggan baru,” ujar Evelyn dikutip dari Antara, Selasa, 31 Maret 2026. 

img_title Transformasi BRIvolution Reignite Kian Akseleratif, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian Nasional

Seiring pertumbuhan pendapatan, laba bersih tumbuh 25,7 persen menjadi Rp 1 triliun pada 2025. Sementara itu, EBITDA ikut melonjak  31 persen menjadi Rp1,5 triliun.

Ilustrasi keuangan.

Photo :
  • U-Report
img_title Lampaui Target 169 Persen, PT Timah Cetak Laba Bersih Rp 2,71 Triliun di Semester I-2026

“Pencapaian ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam mengembangkan kapasitas dan memperluas skala operasional secara disiplin dan berkelanjutan,” tambah Evelyn.

Dalam lima tahun terakhir, DCI konsisten mempertahankan pertumbuhan selama lima tahun sekaligus posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar industri pusat data di Indonesia. Sejak tahun 2021, pendapatan perseroan tumbuh rata-rata (CAGR) 30,7 persen, EBITDA 28,7 persen, dan laba bersih mencapai 40 persen.

Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp6,6 triliun atau tumbuh rata-rata 22,1 persen sejak 2021. Liabilitas tercatat sebesar Rp2,6 triliun dengan kenaikan rata-rata 10,4 persen. Adapun ekuitas mencapai Rp4 triliun seiring pertumbuhan laba sepanjang tahun.

“Posisi ini menunjukkan komitmen kami untuk terus melakukan perluasan investasi gedung pusat data dalam rangka memenuhi permintaan pasar,” beber Evelyn.

Lebih lanjut, Evelyn menegaskan fokus perseroan untuk melanjutkan investasi dalam rangka memperkuat kapasitas dan keandalan operasional, seiring meningkatnya kebutuhan layanan pusat data. Realisasi belanja modal (capex)b tahun 2026, kata Evelyn, sudah  sesuai rencana dan akan diprioritaskan untuk ekspansi kapasitan pusat data. 

“Ke depannya, investasi akan terus kami lakukan secara disiplin untuk mempertahankan posisi kami sebagai pemimpin pasar,” pungkas Evelyn.

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX)

Tumbuh 23 Persen, MPMX Bukukan Laba Bersih Konsolidasian Rp 336 Miliar di Semester I-2026

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 7,7 triliun dan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 336 miliar sepanjang semester I-2026.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut