MPMX Catat Laba Rp462 Miliar di 2025, Intip Sumber Cuannya

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX)
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan kinerja keuangan tahun buku 2025 yang telah diaudit dengan pendapatan konsolidasi sebesar Rp16,2 triliun dan laba bersih Rp462 miliar. Capaian tersebut mencerminkan penurunan laba 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring pelemahan kondisi konsumsi domestik dan dinamika makroekonomi sepanjang tahun.

img_title Tumbuh 23 Persen, MPMX Bukukan Laba Bersih Konsolidasian Rp 336 Miliar di Semester I-2026

Perseroan menyebutkan bahwa pendapatan dan laba bersih masing-masing turun 1 persen dan 19 persen secara tahunan (YoY). Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh normalisasi pada sejumlah segmen bisnis setelah periode pertumbuhan yang kuat sebelumnya.

Dari sisi kinerja operasional, laba bruto tercatat Rp1,36 triliun, naik 1,7 persen, dengan marjin laba bruto meningkat menjadi 8,4 persen. Namun, kenaikan beban usaha dan penurunan laba dari entitas asosiasi turut menekan laba usaha yang tercatat Rp674 miliar atau turun 2,3 persen.

img_title Samudera Indonesia Cetak Laba Bersih US$32,52 Juta di Semester I-2026

Sementara itu, segmen bisnis menunjukkan kinerja beragam. Distribusi dan ritel kendaraan roda dua melalui MPMulia membukukan pendapatan Rp15,2 triliun atau turun 2 persen YoY, dengan penjualan distribusi mencapai 699 ribu unit. Bisnis ritel MPMotor mencatat penjualan 187 ribu unit, sementara segmen aftermarket tumbuh signifikan.

Segmen asuransi MPMInsurance mencatat pendapatan Rp927,8 miliar, naik 1,6 persen YoY, dengan laba bersih melonjak 69,7 persen didorong hasil investasi yang tumbuh 45 persen. Segmen rental MPMRent mempertahankan stabilitas dengan tingkat utilisasi armada 92 persen dari sekitar 15.000 unit.

img_title Lampaui Target 169 Persen, PT Timah Cetak Laba Bersih Rp 2,71 Triliun di Semester I-2026

Sementara itu, AUKSI mencatat penjualan mobil bekas 4.000 unit atau naik 6 persen YoY, dan Jaccs MPM Finance Indonesia masih membukukan kerugian Rp437 miliar, meski membaik 53 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati, menyampaikan bahwa tahun 2025 merupakan periode penuh tantangan. “Secara keseluruhan, tahun 2025 merupakan tahun yang dinamis dan menantang secara operasional, dengan kinerja keuangan yang berada di bawah capaian tahun 2024," ujarnya sebagaimana dikutip dari siaran pers, Rabu, 1 April 2026.

"Kami melihat dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, termasuk tekanan terhadap daya beli masyarakat, tingkat suku bunga yang relatif masih tinggi, serta moderasi pertumbuhan konsumsi domestik," ungkapnya. 

Kondisi tersebut, sambung dia, tercermin pada melambatnya pertumbuhan di beberapa sektor yang terkait dengan konsumsi, termasuk industri otomotif roda dua dan pembiayaan konsumen.

Ia mengungkap, sepanjang 2025, MPMX mendorong berbagai inisiatif untuk meningkatkan kualitas operasional, memperkuat kolaborasi antar unit bisnis, serta meningkatkan disiplin dalam pengelolaan biaya dan proses kerja. Perseroan juga terus memperkuat kapabilitas organisasi dan tata kelola, sekaligus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam berbagai aspek operasional sebagai bagian dari komitmen terhadap penciptaan nilai jangka panjang.

"Ke depan, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap terbuka seiring dengan potensi perbaikan konsumsi domestik dan meningkatnya aktivitas ekonomi,” jelasnya. 

Dari sisi tata kelola, MPMX mencatat Sustainalytics ESG Risk Rating sebesar 8,67 yang menempatkan perusahaan dalam kategori negligible risk. Perseroan juga tetap masuk dalam indeks ESG Quality 45 KEHATI dan ESG Sector Leaders IDX KEHATI.

Untuk tahun buku 2024, MPMX telah membagikan dividen sebesar Rp120 per saham. Perseroan menyatakan akan terus menjaga konsistensi pembagian dividen dalam jangka panjang.

Memasuki 2026, MPMX menargetkan penguatan profitabilitas, efisiensi biaya, serta diversifikasi portofolio bisnis guna menjaga pertumbuhan jangka panjang di tengah dinamika industri.

Direksi BNI.

BNI Catat Laba Bersih Rp10,8 Triliun Semester I-2026, Kredit Tumbuh 24,4 Persen

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja solid hingga semester I-2026, di tengah tantangan likuiditas industri perbankan dan geopolitik.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut