Krisis Energi, Tarif Listrik dan Gas di Turki Naik 25 Persen

Bendera Turki.
Sumber :
  • Zimbio.com

Jakarta, VoxPop – Pemerintah Turki resmi menaikkan tarif listrik dan gas alam untuk rumah tangga sebesar 25 persen mulai April 2026. Kebijakan ini diumumkan oleh Energy Market Regulatory Authority (EPDK) bersama operator pipa negara BOTAŞ, dan langsung berdampak pada lonjakan biaya hidup masyarakat setempat.

img_title Turki Mau Bangun Jalur Baru Kurangi Ketergantungan Terhadap Selat Hormuz, Pakai Kereta Api

Kenaikan tarif ini membuat rata-rata tagihan listrik bulanan keluarga beranggotakan empat orang diperkirakan melampaui 800 lira, dengan asumsi konsumsi sekitar 250 kWh. Dibandingkan kelompok lain, rumah tangga menjadi pihak yang paling terdampak. 

Melansir dari Bianet, Sabtu, 4 April 2026, pelanggan komersial hanya mengalami kenaikan tarif sebesar 17,5 persen, sementara pelanggan industri di tegangan menengah naik 5,8 persen, dan sektor pertanian sebesar 24,8 persen.

img_title Profil Melissa Vargas, Pevoli Turki Peraih MVP VNL 2026 yang Tampil Sensasional di Final

Selain listrik, harga gas alam juga mengalami kenaikan signifikan untuk rumah tangga sebesar 25 persen. Untuk sektor industri, kenaikan tercatat sebesar 18,61 persen, sedangkan gas yang digunakan untuk pembangkit listrik naik 19,42 persen. 

Bersamaan dengan itu, pemerintah juga mulai menerapkan sistem tarif bertingkat untuk gas alam, di mana harga akan disesuaikan berdasarkan tingkat konsumsi serta harga jual yang ditetapkan oleh BOTAŞ.

img_title Turki Masukkan PM Israel Benjamin Netanyahu Daftar Buronan Interpol

Kenaikan harga energi ini terjadi di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi. Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan di Turki berada di level 30,87 persen, meskipun merupakan yang terendah dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kenaikan harga di sektor transportasi menjadi sorotan karena melonjak lebih dari 4,5 persen dalam satu bulan, dipicu oleh naiknya harga bahan bakar.

Di İstanbul, harga solar mengalami lonjakan tajam dari sekitar 60 lira per liter pada awal Maret menjadi hampir 80 lira per liter pada awal April. Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya transportasi dan turut mendorong inflasi di sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi logistik.

Lonjakan harga energi di Turki tidak terlepas dari dampak konflik di Iran yang memicu gangguan pasokan global. Negara ini diketahui mengimpor sekitar 15 persen kebutuhan gas alamnya dari Iran, sehingga gejolak di kawasan tersebut berpengaruh langsung terhadap stabilitas pasokan dan harga energi domestik.

Sempat muncul laporan mengenai terganggunya aliran gas dari Iran setelah serangan terhadap ladang gas Pars, namun Menteri Energi Alparslan Bayraktar membantah kabar tersebut. Ia menyatakan bahwa aliran gas dari Iran masih berlanjut dan kapasitas penyimpanan gas Turki saat ini berada di kisaran 71 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut