Strategy Nekat Borong 4.871 Bitcoin Meski Rugi Ratusan Triliunan

Bitcoin.
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VoxPop – Perusahaan teknologi yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Strategy Inc., berkomitmen tetap melanjutkan pembelian  Bitcoin. Pernyataan ini terungkap saat korporasi pemegang Bitcoin terbesar di dunia ini mengalami kerugian fantastis akibat penurunan harga aset emas digital ini. 

img_title ETF Bitcoin Masuk US$75,7 Juta Pertengahan Juli 2026, Pertanada Apa?

Berdasarkan dokumen resmi hingga tanggal 6 April 2026, Strategy membeli sebanyak 4.871 Bitcoin pada periode 1–5 April 2026. Nilai transaksi sekitar US$329,9 juta atau setara Rp5,6 triliun (estimasi kurs Rp 17.010 per dolar AS) dengan rata-rata harga pembelian berada di kisaran US$67.718 per koin.

Hingga saat ini, total kepemilikan perusahaan Michael Saylor mencapai 766.970 Bitcoin atau sekitar 3,65 persen dari total suplai Bitcoin global yang dibatasi sebanyak 21 juta koin di dunia. Nilai akumulasi pembelian sekitar US$58,02 miliar dan harga rata-rata US$75.644 per koin.
 
Di balik cadangan jumbo ini, Saylor merugi sebesar US$14,46 miliar atau sekitar Rp 246, triiun hingga kuartal I-2026. Kerugian disebabkan koreksi lebih dari 20 persen selama tiga bulan pertama tahun ini serta adopsi metode akuntansi nilai wajar (fair-value accounting) yag membuat fluktuasi harga langsung tercermin dalam laba rugi.

img_title Mengapa Harga Bitcoin Bisa Anjlok Mendadak? Intip Cara Baca Indikator RSI

Bitcoin. (FOTO: Unsplash/Aleksi Raisa)

Photo :
  • wartaekonomi

Melansir The Street pada Rabu, 8 April 2026, perusahaan yang terdaftar di Nasdaq dengan kode MSTR menargetkan penguasaan Bitcoin hingga 5–7 persen dari total suplai global. Strategi ini membuat kinerja Strategy semakin bergantung pada pergerakan harga aset kripto ke depan.

img_title Bitcoin Terkoreksi Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga, Investor Didorong Tetap Fokus pada Fundamental

Untuk mendanai pembelian Bitcoin, Strategy terus mengandalkan penerbitan saham melalui skema at-the-market (ATM). Dalam periode akhir Maret hingga awal April, perusahaan berhasil menghimpun dana sekitar US$473,9 juta dari penjualan saham.

Manajemen Strategy secara eksplisit digunakan untuk menambah kepemilikan Bitcoin yang menunjukkan fokus perusahaan pada ekspansi aset kripto meski di tengah tekanan pasar.

Saat ini, harga aset digital paling berharga di dunia ini melesat sekitar 5 persen hingga menyentuh puncak harian di kisaran US$72.753 atau sekitar Rp 1,22 miliar. Lonjakan ini terjadi dalam hitungan jam setelah pengumuan gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Bitcoin.

Investasi Bitcoin vs Emas, Mana yang Bikin Cepat Kaya? Begini Perbandingan Keuntungan dan Risikonya

Bingung pilih investasi Bitcoin atau emas? Simak perbandingan potensi keuntungan, risiko, volatilitas, dan alasan banyak investor memilih keduanya. Selengkapnya di sini.

img_title
VoxPop.co.id
23 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut