Biaya Energi Naik, Negara Tetangga RI Ini Guyur Bantuan Tunai hingga Berikan Diskon Pajak 50 Persen

Ilustrasi Singapura
Sumber :
  • REUTERS/Edgar Su/Files

Jakarta, VoxPop – Tekanan biaya akibat konflik geopolitik kembali memaksa pemerintah mengambil langkah cepat untuk melindungi dunia usaha. Lonjakan harga energi dan logistik yang dipicu perang di Timur Tengah kini mulai merambat ke berbagai sektor ekonomi.

img_title Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Terkait ini, pemerintah Singapura memutuskan untuk meningkatkan dukungan kepada pelaku usaha dengan menaikkan insentif pajak serta memperluas bantuan efisiensi energi. Langkah ini diambil untuk meredam dampak jangka pendek sekaligus memperkuat ketahanan bisnis dalam jangka panjang.

Dalam pernyataan di parlemen, pejabat Kementerian Keuangan Jeffrey Siow mengingatkan bahwa tekanan biaya belum akan mereda dalam waktu dekat. “Biaya energi dan logistik yang lebih tinggi kemungkinan akan terus terjadi di seluruh perekonomian,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari The Business Times, Kamis, 9 April 2026.

img_title Putra Mahkota Arab Saudi Khawatir soal Rencana Serangan AS ke Iran

Ia juga menyoroti bahwa kelompok usaha kecil dan menengah menjadi pihak paling rentan terhadap lonjakan biaya. “Usaha kecil dan menengah, khususnya, lebih rentan terhadap kenaikan biaya yang tiba-tiba,” ujarnya.

Sebagai respons, pemerintah Singapura menaikkan potongan pajak penghasilan badan dari sebelumnya 40 persen menjadi 50 persen untuk tahun pajak 2026. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu arus kas perusahaan di tengah tekanan biaya operasional.

img_title Pandit Vietnam Sebut Timnas Indonesia Jauh Lebih Kuat dari Singapura, Kim Sang-sik Dapat Peringatan

Selain itu, bantuan tunai untuk perusahaan yang memenuhi syarat juga ditingkatkan dari S$1.500 menjadi S$2.000 atau setara Rp25,5 juta menjadi Rp34 juta (kurs Rp17.000). Batas maksimum total manfaat yang bisa diterima perusahaan juga dinaikkan dari S$30.000 menjadi S$40.000 atau setara Rp510 juta menjadi Rp680 juta.

Pemerintah memastikan bahwa pencairan bantuan akan dilakukan dengan cepat. Perusahaan yang memenuhi syarat diperkirakan mulai menerima dukungan ini dalam waktu dekat.

Tak hanya fokus pada bantuan jangka pendek, pemerintah juga memperluas program hibah efisiensi energi agar bisa menjangkau lebih banyak sektor. Jika sebelumnya hanya mencakup enam sektor utama, kini program tersebut akan dibuka untuk seluruh sektor ekonomi.

Program tersebut memberikan dukungan hingga S$30.000 atau setara Rp510 juta bagi perusahaan untuk mengadopsi peralatan hemat energi. Selain itu, masa berlaku program juga diperpanjang hingga 31 Maret 2028 agar lebih banyak perusahaan dapat memanfaatkannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut