Pertamina Hulu Energi Targetkan Produksi Minyak 2026 Capai 595 Ribu Barel Per Hari

Wilayah kerja PT Pertamina Hulu Energi (PHE)
Sumber :
  • Dok. Pertamina Hulu Energi

Jakarta, VoxPop – Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Edi Karyanto, menargetkan produksi minyak 2026 mencapai 595 ribu barel per hari (bph).

img_title Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga Pasokan 40 Persen Kebutuhan LPG Nasional

Jumlah itu diketahui naik 38 ribu bph, dibandingkan dengan realisasi produksi minyak pada tahun 2025 yang mencapai sebesar 557 ribu bph.

“Harapannya bisa tercapai produksi kami di kisaran 595 ribu barel per hari,” kata Edi, dikutip Jumat, 10 April 2026.

img_title Wadirut Pertamina Bagikan Upaya Pertamina Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Wilayah kerja (WK) Pertamina Hulu Energi (PHE)

Photo :
  • PHE

Dia pun merinci, target produksi pada 2026 adalah 404 ribu bph, yang merupakan produksi dari dalam negeri. Kemudian sebesar 156 ribu bph merupakan produksi yang berasal dari sumur PHE di luar negeri, dan 35 ribu bph hasil M&A (merger and acquisition).

img_title Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Bersih Lewat Kolaborasi Pengolahan Sampah Menjadi Hidrogen Rendah Karbon

Selain itu, PHE juga menargetkan peningkatan produksi gas pada 2026 menjadi 2,81 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Rinciannya, 2,44 BSCFD berasal dari dalam negeri, 279 BSCFD merupakan produksi yang berasal dari sumur PHE di luar negeri, dan 89 BSCFD hasil M&A.

Untuk mencapai target tersebut, Edi menyampaikan bahwa Pertamina menghadapi tantangan yang semakin kompleks, yakni laju penurunan produksi atau decline rate dari sumur-sumur yang ada sebesar 24 persen dari sumur minyak dan 21 persen dari sumur gas.

“Memang kami sadari, decline rate dari existing produksi cukup curam karena lapangan kita adalah lapangan tua,” ujar Edi.

Karenanya, Edi menyampaikan bahwa Pertamina akan berupaya untuk merevitalisasi aset yang ada, melakukan program pengembangan, hingga penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

Selain itu, Pertamina juga akan meningkatkan sumber daya melalui 16 bor eksplorasi, seismik, pengembangan migas nonkonvensional (MNK) dan M&A. Sementara program lainnya yang akan ditempuh oleh Pertamina adalah optimasi aset dan fiskal, termasuk implementasi CCS/CCUS.

“Jadi, kalau semua bisa dilakukan, harapannya bisa tercapai (target) produksi kami,” ujarnya.

Diketahui, sepanjang 2025 PHE berhasil mencatatkan produksi minyak dan gas bumi sebesar 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), terdiri atas minyak sebesar 557 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas bumi sebesar 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).

PHE merealisasikan pengeboran eksploitasi sebanyak 886 sumur, workover 1.288 sumur, serta kegiatan well service sebanyak 37.259 pekerjaan. Di sisi eksplorasi, dilakukan pula survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer dan survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi, serta pemboran eksplorasi sebanyak 20 sumur untuk mendukung keberlanjutan cadangan migas. (Ant).

BBM Non-Subsidi turun harga Pertamax Series dan Dex Series

Harga Pertamax Turun Jadi Rp 15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026, Intip Daftar Lengkapnya

Harga Pertamax mengalami penurunan dari Rp16.250 per liter pada Juli 2026, menjadi Rp15.950 per liter mulai 1 Agustus 2026. Harga Pertamax Green juga ikut turun.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut