Gara-Gara Panic Buying, BBM Mendadak Langka di Banyak SPBU
- Halomoney
Setelah penyesuaian, harga bensin tanpa timbal 95 mencapai R22,53 per liter di wilayah pesisir (sekitar Rp19.150) dan R23,36 di wilayah inland (sekitar Rp19.856). Solar 50ppm tercatat naik hingga R25,35 per liter di pesisir (sekitar Rp21.548) dan R26,11 di Gauteng (sekitar Rp22.194).
Untuk meredam dampak kenaikan harga, pemerintah melalui National Treasury memberikan insentif berupa pemotongan pajak bahan bakar sebesar R3 per liter selama April 2026. Kebijakan ini diperkirakan menelan biaya sekitar R6 miliar per bulan, atau setara Rp5,1 triliun.
Selain itu, Presiden Cyril Ramaphosa membentuk tim khusus lintas kementerian yang dipimpin Menteri Sumber Daya Mineral dan Energi, Gwede Mantashe. Tim ini bertugas mengoordinasikan respons pemerintah terhadap dampak krisis terhadap biaya hidup, harga bahan bakar, dan ketahanan pangan.
Pemerintah setempat juga menegaskan bahwa laporan kelangkaan yang terjadi bersifat lokal dan sementara. “Kekurangan yang dilaporkan di beberapa wilayah sebagian besar disebabkan oleh tantangan distribusi dan logistik yang dipicu panic buying, bukan karena kurangnya stok bahan bakar nasional,” demikian pernyataan resmi pemerintah.
