Indodax Sebut Investasi Aset Kripto Makin Kuat di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Vice President Indodax Antony Kusuma.
Sumber :
  • Dokumentasi Indodax.

Jakarta, VoxPop – Posisi investasi aset kripto diyakini semakin kuat di tengah dinamika geopolitik global sebagaimana terlihat dari melonjaknya harga Bitcoin 6 persen hingga mendekati level 75.000 dolar AS pada Senin (13/4). Hal itu merespons fenomena short squeeze masif yang dipicu blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat (AS).

img_title PS5 Resmi Tembus 95,3 Juta Unit Secara Global, Persaingan Game Konsol Semakin Ketat!

Diketahui, Iran merespons dengan kebijakan tak terduga, yakni mewajibkan pembayaran 'Tol Bitcoin' bagi seluruh kapal tanker yang melintasi jalur tersebut. Dinamika geopolitik ini,

Vice President Indodax Antony Kusuma menilai, tidak hanya memicu likuidasi posisi short senilai ratusan juta dolar, tetapi juga mengukuhkan fungsi kripto sebagai alat strategis dalam ekonomi modern.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

"Kenaikan harga Bitcoin di tengah kombinasi faktor geopolitik, inflasi, dan dinamika pasar menunjukkan bahwa kripto semakin dipandang sebagai alternatif lindung nilai," kata Antony dikutip dari keterangannya, Jumat, 17 April 2026.

Fenomena seperti penggunaan Bitcoin dalam aktivitas ekonomi lintas negara, lanjutnya, menjadi sinyal bahwa adopsi kripto terus berkembang, tidak hanya di level ritel tetapi juga dalam konteks global yang lebih luas. Langkah Iran mengenakan tarif setara 1 dolar AS per barel dalam bentuk Bitcoin menciptakan permintaan organik yang masif secara instan.

img_title JLL Ungkap Tantangan dan Implikasi dari Ekspansi Global Perusahaan Real Estate Tiongkok

Sistem pembayaran berbasis blockchain ini digunakan Iran untuk memastikan transaksi tetap berjalan dan strategi untuk menghindari sanksi internasional dengan memanfaatkan sistem keuangan di luar jangkauan AS.

Di sisi lain, inflasi (CPI) Amerika Serikat yang naik ke 3,3 persen pada Jumat (10/4) menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tren 1 – 2 tahun terakhir yang rata-rata berada di kisaran 2,4 – 3 persen. Kenaikan harga akibat konflik Timur Tengah meningkatkan ekspektasi bahwa inflasi akan tetap tinggi, sehingga mendorong investor melakukan diversifikasi ke aset alternatif seperti Bitcoin, serta memperkuat narasi sebagai safe haven di tengah tekanan pada nilai mata uang konvensional.

Pada kisaran harga 74.000 - 75.000 dolar AS saat ini, pergerakan Bitcoin menunjukkan penguatan turut didukung oleh arus masuk dana (inflow) ke ETF Bitcoin spot yang mencapai sekitar 1,94 miliar dolar AS sepanjang Maret hingga April.

Dukungan likuiditas ini memperkuat struktur harga dan menjaga momentum positif dalam jangka pendek. Sentimen positif ini turut mendongkrak aset kripto lainnya, berdasarkan data CoinMarketCap, Ethereum (ETH) terdongkrak naik 8 persen ke level 2.380 dolar AS, diikuti Solana (SOL) yang menguat 5,2 persen ke 86,60 dolar AS, serta BNB yang naik 3,2 ke posisi 615,50 dolar As.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut