Strategy Serok 34.164 Koin, Geser BlackRock Jadi Korporasi Pemegang Bitcoin Terbesar di Dunia

Bitcoin.
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VoxPop – Perusahaan perangkat teknologi perangkat lunak,  Strategy Inc (MSTR), menggebrak pasar kripto setelah memborong Bitcoin senilai sekitar US$2,54 miliar atau sekitar Rp 43,5 triliun (estimasi kurs Rp 17.140 per dolar AS). Berdasarkan dokumen regulasi, aksi serok yang dilakukan oleh perusahaan milik Michael Saylor sebagai pembelian tunggal terbesar dalam sejarah.

img_title ETF Bitcoin Masuk US$75,7 Juta Pertengahan Juli 2026, Pertanada Apa?

Mengutip dari Bitcoin Magazine, pembelian ini menambahkan 34.164 Bitcoin ke perbendaharaan cadangan perusahaan. Akuisisi dilakukan dengan harga rata-rata US$74.395 atau sekitar Rp 1,27 miliar per Bitcoin. 

Dengan tambahan ini, total kepemilikan Strategy kini mencapai 815.061 BTC. Jumlah ini semakin meneguhkan perusahaan Saylor sebagai korporasi publik dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

img_title Mengapa Harga Bitcoin Bisa Anjlok Mendadak? Intip Cara Baca Indikator RSI

Langkah agresif ini membuat Strategy melampaui BlackRock yang sebelumnya memegang sekitar 802.823 BTC yang sebagian besar melalui produk ETF berbasis bitcoin. Aksi tersebut sekaligus memperkuat dominasi Strategy di pasar kripto global.

Cadangan Bitcoin Milik Strategy

Photo :
  • Yahoo Finance
img_title Bitcoin Terkoreksi Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga, Investor Didorong Tetap Fokus pada Fundamental

Saylor selaku Chairman Eksekutif Strategy telah memberi sinyal sebelum melakukan transaksi.  Secara keseluruhan, Strategy telah menggelontorkan sekitar US$61,56 miliar untuk mengakumulasi bitcoin dengan harga rata-rata US$75.527 per koin. Dengan harga bitcoin yang saat ini berada di kisaran US$75.000, posisi perusahaan relatif berada di titik impas setelah volatilitas pasar.

Pendanaan untuk pembelian besar ini berasal dari kombinasi penerbitan saham dan penjualan saham preferen. Strategy berhasil menghimpun sekitar US$366 juta dari penjualan saham biasa dan US$2,18 miliar dari instrumen saham preferen bertajuk STRC.

Instrumen STRC menjadi tulang punggung pembiayaan terbaru. Produk ini menawarkan imbal hasil tahunan sekitar 11,5 persen dengan skema dividen variabel. Perusahaan bahkan berencana meningkatkan frekuensi pembayaran dividen dari bulanan menjadi dua kali sebulan guna menarik investor yang mengincar arus kas lebih rutin.

Langkah ini mencerminkan strategi Strategy untuk terus memperkuat kapasitas pendanaan demi ekspansi akumulasi bitcoin hingga tahun 2027. Saat ini, kepemilikan perusahaan telah mewakili lebih dari 3,8 persen dari total suplai bitcoin yang dibatasi sebanyak 21 juta koin.

Meski demikian, pasar merespons aksi ini dengan hati-hati. Saham Strategy terpantau merosot sekitar 2,5 persen pada perdagangan pra-pasar yang mengindikasikan sensitivitas investor terhadap volatilitas harga bitcoin dan ketergantungan perusahaan pada pendanaan eksternal.

Bitcoin.

Investasi Bitcoin vs Emas, Mana yang Bikin Cepat Kaya? Begini Perbandingan Keuntungan dan Risikonya

Bingung pilih investasi Bitcoin atau emas? Simak perbandingan potensi keuntungan, risiko, volatilitas, dan alasan banyak investor memilih keduanya. Selengkapnya di sini.

img_title
VoxPop.co.id
23 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut