Mengenal Fenomena 'Disillusionomics', Cara Gen Z Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi
- freepik.com
Selain itu, sikap skeptis terhadap institusi tradisional seperti pemerintah dan perusahaan juga semakin terlihat. Hal ini turut memengaruhi cara mereka mengambil keputusan finansial, termasuk dalam hal konsumsi dan investasi.
Pemikir ekonomi Kyla Scanlon menilai fenomena ini sebagai bagian dari perubahan besar dalam perilaku ekonomi generasi muda. “Ketika semua jalur konvensional semakin sempit, orang mulai mencari alternatif. Dalam praktiknya, itu berarti beralih ke beberapa peluang yang masih terlihat menjanjikan, meskipun risikonya tinggi,” jelasnya.
Di sisi lain, pola konsumsi Gen Z juga mengalami perubahan. Mereka cenderung lebih selektif dalam berbelanja dan mengutamakan nilai dibanding merek. Tren seperti mencari alternatif produk dengan harga lebih terjangkau menjadi semakin umum.
Meskipun demikian, tekanan ekonomi tetap menjadi tantangan utama. Tingginya beban utang serta ketidakpastian masa depan membuat generasi ini harus terus beradaptasi dengan cepat.
Fenomena disillusionomics pada akhirnya mencerminkan upaya Gen Z untuk bertahan dalam sistem ekonomi yang mereka anggap tidak lagi memberikan jalur sukses yang jelas. Pendekatan ini bukan sekadar tren sementara, tetapi berpotensi membentuk arah baru dalam perilaku ekonomi global seiring meningkatnya peran generasi ini di dunia kerja dan pasar konsumsi.
