Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I Tertinggi di Antara Negara G20

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Sumber :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Jakarta, VoxPop – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61 persen di kuartal I-2026, merupakan yang tertinggi di antara sejumlah negara G20 yang telah merilis data serupa.

img_title BRI Hadirkan Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchestra Lewat BRImo, Tiket Umum Sold Out dalam Satu Jam

“Pertumbuhan kita yang 5,61 persen ini tumbuh di atas beberapa negara G20,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Perbandingan tersebut diakui Airlangga dilakukan terhadap negara-negara yang sudah mengumumkan kinerja ekonominya pada triwulan I 2026.

img_title Selain Bangun Fondasi Ekonomi Rakyat, Prabowo Dinilai Dorong Pengembangan Sumber Daya Manusia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

“Di antara negara yang keluar, termasuk China, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi, Amerika Serikat, kita yang tertinggi,” ujarnya.

img_title Dorong UMKM Naik Kelas, Pertamina Patra Niaga Perluas Pasar 11 UMKM Binaan Tampil di IFW 2026

Airlangga menambahkan, India sebagai salah satu negara G20, belum merilis data pertumbuhan ekonomi sehingga belum masuk dalam perbandingan tersebut.

Menurutnya, capaian itu menunjukkan ekonomi Indonesia tetap tumbuh baik, di tengah dinamika global yang masih mencari keseimbangan baru.

Airlangga menyebut, pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai kebijakan yang disiapkan pemerintah, terutama untuk menjaga momentum konsumsi saat Lebaran.

“Pertumbuhan ini merupakan pertumbuhan yang memang pemerintah siapkan dengan berbagai kebijakan, terutama dalam rangka Hari Raya Lebaran,” kata Airlangga.

Dia menjelaskan, konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama ekonomi dengan pertumbuhan sebesar 5,52 persen. Menurutnya, momentum Ramadhan dan Idul Fitri serta peningkatan mobilitas masyarakat turut mendorong konsumsi domestik pada kuartal I-2026.

Selain konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah juga tumbuh tinggi dan menjadi penopang penting pertumbuhan ekonomi.

“Belanja pemerintah tumbuh tinggi di angka 21,81 persen, di mana ini angkanya sekitar Rp815 triliun,” ujarnya. (Ant).

Ilustrasi uang rupiah

Rupiah Menguat ke Rp 18.055 Meski Ekonom Proyeksi Ekonomi RI di Kuartal II-2026 Anjlok

Hingga pukul 09.05 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 18.055 per dolar AS. Posisi itu menguat 56 poin atau 0,31 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.111 per dolar AS

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut