Sebanding Mata Uang Negara Lain, Bos BI Pastikan Pelemahan Rupiah Tetap Terjaga

Gubernur BI, Perry Warjiyo, Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV-2025
Sumber :
  • [tangkapan layar]

Jakarta, VoxPop – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memastikan, meskipun menghadapi tren melemah, namun pelemahan rupiah terhadap dolar AS saat ini masih cukup terjaga.

img_title PGS BI Destry Beberkan Strategi Hadapi Era Suku Bunga Tinggi di Dunia

Bahkan, Dia menekankan bahwa nilai tukar rupiah terbilang masih stabil, dengan sejumlah langkah yang telah dilakukan pihak bank sentral.

"Nilai tukar rupiah stabil dengan langkah-langkah yang dilakukan BI," kata Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK II Tahun 2026 di kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK II Tahun 2026

Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

"Tingkat pelemahan rupiah sudah terjaga, sebanding dengan (mata uang) negara lain," ujarnya.

img_title Destry Pastikan BI Tak Kendor Jaga Stabilitas, Ini yang Jadi Prioritas

Perry juga melaporkan bahwa posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia saat ini berada dalam kondisi lebih dari cukup. Dimana, tercatat hingga Maret 2026 cadangan devisa Indonesia mencapai US$148,2 miliar.

Selain itu, lanjut Perry, pihaknya juga mencatat adanya aliran masuk modal asing (capital inflow) mencapai US$3,3 miliar, hingga 30 April 2026.

"Terutama pada instrumen SRBI dan SBN, setelah di kuartal I-2026 ada outflow sebesar US$1,7 miliar," ujarnya.

Sebelumnya, Perry juga telah menjelaskan bahwa pelemahan Rupiah terjadi bukan karena fundamental ekonomi Indonesia melemah, namun karena sejumlah pengaruh dari faktor global.

Dia memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen, merupakan bukti bahwa fundamental ekonomi nasional masih terjaga. Terlebih, capaian pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal I-2026 itu menjadi salah satu pertumbuhan ekonomi yang tertinggi, di antara negara-negara anggota G20 lainnya.

"Jadi kalau dilihat dari indikatornya, secara fundamental ekonomi kita itu kuat. Nah pertanyaannya, kok ada pelemahan rupiah? Ya, itu karena faktor global," ujarnya.

Plt Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.

BI Disebut Tak Fokus Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Destry: Salah itu, Kami Tetap Konsen

Pejabat Gubernur Sementara, Destry Damayanti menegaskan BI tidak hanya berfokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi tanpa memperhatikan pertumbuhan ekonomi.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut