Yuan vs Dolar AS, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Investasi di 2026?
- Pixabay
Jakarta, VoxPop – Perbandingan antara yuan China dan dolar Amerika Serikat sebagai instrumen atau acuan investasi kembali menjadi perhatian di 2026. Kedua mata uang ini mewakili dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia dengan karakter yang sangat berbeda.
Dolar AS dikenal sebagai aset paling aman di dunia, sementara yuan China mulai dilihat sebagai mata uang dengan potensi penguatan bertahap. Dalam beberapa proyeksi analis global, 2026 ini diperkirakan menjadi periode penyesuaian di pasar mata uang.
Dolar AS masih kuat, tetapi mulai menunjukkan potensi pelemahan moderat seiring perubahan kebijakan suku bunga. Di sisi lain, yuan diperkirakan bergerak lebih stabil dengan kecenderungan menguat secara perlahan.
Lalu, mana yang lebih menguntungkan untuk investasi di 2026? Jawabannya sangat tergantung pada tujuan dan profil risiko investor. Berikut penjelasannya sebagaimana dikutip dari Investing, Kamis, 21 Mei 2026.
1. Dolar AS Masih Dinilai Aman, Stabil, dan Paling Likuid
Dolar AS masih menjadi mata uang utama dalam sistem keuangan global. Banyak investor memilih dolar karena sifatnya yang stabil dan likuiditasnya sangat tinggi. Ketika terjadi ketidakpastian ekonomi global, dolar biasanya justru menguat karena dianggap sebagai aset aman.
Hal ini membuat dolar sering digunakan sebagai lindung nilai atau safe haven dalam portofolio investasi. Namun, untuk potensi keuntungan dari selisih nilai tukar, dolar cenderung tidak terlalu agresif saat ekonomi global mulai stabil. Jika suku bunga Amerika Serikat mulai turun, potensi penguatan dolar juga bisa lebih terbatas dibanding periode sebelumnya.
2. Yuan China yang Dinilai Stabil dengan Potensi Penguatan Bertahap
Yuan China mulai mendapatkan perhatian sebagai mata uang yang stabil dengan potensi penguatan jangka menengah. Hal ini didorong oleh kekuatan sektor ekspor China dan surplus perdagangan yang masih cukup besar. Selain itu, kebijakan bank sentral China yang relatif terkontrol membuat pergerakan yuan tidak terlalu volatil. Ini memberikan kesan stabil bagi investor yang mencari keseimbangan antara risiko dan potensi imbal hasil.
Meski begitu, yuan tetap berada dalam pengawasan ketat kebijakan pemerintah China. Artinya, pergerakannya tidak sepenuhnya bebas seperti mata uang utama lainnya, sehingga ruang fluktuasinya lebih terbatas.
