OpenAI Buka Lowongan Kerja Gaji Rp7 Miliar Per Tahun, Minat?
- VoxPop/Deddy Setiawan
Laporan dari lembaga riset METR juga menunjukkan kemampuan model AI berkembang sangat cepat. Dalam riset yang dipublikasikan Maret lalu, METR menyebut durasi tugas kompleks yang bisa diselesaikan AI terus meningkat dua kali lipat setiap sekitar tujuh bulan.
Artinya, AI diperkirakan akan mampu menangani sebagian besar pekerjaan pemrograman perangkat lunak yang biasanya membutuhkan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu bagi manusia.
Di sisi lain, perkembangan ini juga memunculkan kekhawatiran terkait keamanan AI. Sejumlah pihak khawatir AI yang mampu meningkatkan dirinya sendiri dapat berkembang di luar kendali manusia.
CEO METR, Elizabeth Barnes, bahkan menilai perkembangan AI seharusnya dilakukan lebih hati-hati. “Peradaban yang masuk akal seharusnya bergerak jauh lebih lambat dan lebih hati-hati dalam mengembangkan AI,” tulis Barnes.
Dalam lowongan kerjanya, OpenAI menjelaskan bahwa peneliti tersebut nantinya bisa fokus pada berbagai ancaman keamanan AI, termasuk serangan “data poisoning”, yaitu upaya merusak model AI melalui data pelatihan yang sengaja dimanipulasi.
Karyawan tersebut juga dapat bertugas membuat alat untuk memahami proses berpikir AI serta melakukan eksperimen guna mempelajari risiko dan tingkat keamanan model AI. Selain itu, OpenAI menyebut peneliti juga akan membantu memantau perkembangan otomatisasi pekerjaan teknis, termasuk mengukur penggunaan alat pemrograman berbasis AI.
Tim Preparedness OpenAI sendiri dibentuk untuk mencegah dampak berbahaya dari AI terhadap masyarakat. Tim ini juga menangani berbagai risiko lain seperti ancaman siber, risiko biologis dan kimia, hingga ancaman dari AI otonom.
