Bangkrut Setelah 33 Tahun Berdiri, Ritel Fashion Ini Tutup Seluruh Toko

Ilustrasi industri fashion
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – Gelombang penutupan bisnis ritel kembali terjadi di tengah ketatnya persaingan industri fashion global. Kali ini, perusahaan ritel pakaian asal Skotlandia, Quiz, resmi mengumumkan akan menutup seluruh toko fisiknya setelah 33 tahun beroperasi.

img_title Masih Ingat Game Snake? Permainan Sederhana yang Diam-diam Mengubah Sejarah Industri Mobile Gaming

Perusahaan fast fashion tersebut selama beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan finansial yang semakin berat. Penjualan terus melemah, biaya operasional meningkat, dan persaingan dari platform belanja online murah membuat bisnis mereka sulit bertahan.

Quiz diketahui telah menjalani beberapa proses kebangkrutan dalam beberapa tahun terakhir. Kini, perusahaan akhirnya memutuskan untuk menghentikan seluruh operasional toko mandiri yang masih tersisa.

img_title Di Balik Penantian GTA 6 Selama Bertahun-Tahun, Ada Perubahan Besar yang Sedang Disiapkan Rockstar

Quiz didirikan pada 1993 dan dikenal sebagai merek fashion wanita dengan harga terjangkau serta koleksi yang mengikuti tren. Namun perubahan perilaku konsumen dinilai menjadi salah satu faktor besar yang memukul bisnis ritel konvensional.

Masyarakat kini lebih banyak berbelanja secara online karena dianggap lebih praktis, murah, dan cepat dibanding datang langsung ke toko fisik. Perusahaan mengonfirmasi bahwa seluruh 37 toko mandiri miliknya akan ditutup paling lambat akhir Juni 2026. 

img_title Pacu TKDN di Industri RI, Panasonic Produksi AC Floor Standing PB5 Series Secara Lokal

Penutupan ini dilakukan setelah Quiz resmi masuk proses administrasi kebangkrutan pada 5 Februari lalu. Ini menjadi proses administrasi kedua bagi Quiz dalam 12 bulan terakhir dan kebangkrutan ketiga dalam enam tahun terakhir.

Dalam sistem hukum Inggris, administrasi merupakan proses kebangkrutan yang diawasi pengadilan untuk melindungi perusahaan dari tuntutan kreditur sambil mencari upaya restrukturisasi atau penjualan bisnis. Sistem ini mirip dengan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat.

Dalam pernyataan resminya, Quiz mengatakan diskon besar-besaran langsung diberlakukan di seluruh toko menjelang penutupan permanen. “Penjualan cuci gudang dimulai segera di semua lokasi, dengan diskon minimal 60 persen untuk seluruh produk di toko,” tulis perusahaan, sebagaimana dikutip dari The Streets, Senin, 25 Mei 2026.

Selain toko fisik, Quiz juga menghentikan operasional toko online mereka setelah administrator resmi ditunjuk menangani proses kebangkrutan perusahaan. Artinya, pelanggan sudah tidak bisa lagi melakukan pembelian melalui situs resmi perusahaan.

Meski belum mengumumkan tanggal pasti penutupan masing-masing toko, Quiz sebelumnya diketahui mempekerjakan lebih dari 565 karyawan. Hingga kini, perusahaan belum memastikan berapa jumlah pekerja yang terdampak akibat penutupan total tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut