Donald Trump Klaim Damai dengan Iran Segera Tercapai, IHSG Langsung Melonjak Ikuti Euforia Bursa Global

Anomali IHSG dengan Bursa Asia-Pasifik dan Global
Sumber :
  • X @Saham_fess

Jakarta, VoxPop – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, dengan penguatan signifikan seiring meningkatnya optimisme pasar global terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

img_title IHSG Ditutup Menguat 0,77 Persen ke Level 6.234, Seluruh Indeks Bursa Kompak Berakhir di Zona Hijau

Sentimen positif tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pembahasan dan poin-poin final kesepakatan damai dengan Iran telah disetujui oleh seluruh pihak terkait. Trump bahkan menyebut penandatanganan kesepakatan dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Kabar tersebut langsung disambut positif oleh pelaku pasar keuangan dunia, termasuk di Indonesia. Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 74,38 poin atau 1,26 persen ke level 5.960,27. Sementara Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan naik 9,97 poin atau 1,70 persen ke posisi 596,81.

img_title IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau Saat Sesi II Dibuka, Menguat 0,55% ke Level 6.220

Sinyal Perdamaian AS-Iran Jadi Katalis Utama Pasar

Pergerakan positif IHSG tidak lepas dari membaiknya sentimen global setelah Trump mengindikasikan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran mendekati akhir.

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Selain mengungkapkan bahwa kesepakatan damai hampir rampung, Trump juga menyatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka setelah dokumen tersebut ditandatangani. Ia turut menyebut blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap Iran akan dicabut.

Bagi pasar keuangan global, perkembangan tersebut menjadi kabar penting mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia. Setiap ketegangan di kawasan itu selama ini selalu memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak global dan berpotensi mendorong inflasi.

Meski demikian, pasar masih mencermati perkembangan terbaru karena hingga Kamis (11/6), Amerika Serikat dan Iran dilaporkan masih saling melancarkan serangan. Artinya, kesepakatan damai yang dibicarakan belum sepenuhnya menghilangkan risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Harga Minyak Anjlok Setelah Trump Batalkan Serangan

Optimisme pasar semakin menguat setelah Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Keputusan tersebut langsung berdampak pada harga minyak dunia yang bergerak turun tajam.

Minyak mentah Brent tercatat turun 4,5 persen menjadi 88,91 dolar Amerika Serikat per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot 4,2 persen ke level 86,26 dolar Amerika Serikat per barel.

Penurunan harga minyak menjadi faktor yang turut mendukung penguatan pasar saham karena berpotensi mengurangi tekanan inflasi global. Kondisi ini juga meningkatkan harapan bahwa stabilitas ekonomi dunia dapat terjaga apabila konflik benar-benar berakhir.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut