Indonesia-Afrika Selatan Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Bidik Berbagai Peluang di Tengah Gejolak Global

Indonesia–South Africa Business Networking Session.
Sumber :

Jakarta, VoxPop – Indonesia dan Afrika Selatan melakukan berbagai upaya penguatan kemitraan ekonomi di tengah kondisi perekonomian global yang semakin dinamis dan penuh tantangan.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.913 usai Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Sebesar 5,29 Persen

Salah satunya melalui Indonesia–South Africa Business Networking Session yang digelar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town bersama ITPC Johannesburg di Cape Town, Jumat, 12 Juni 2026.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan ITPC Johannesburg, Wesgro, Arushvest Capital, Indobizco, komunitas bisnis Afrika Selatan, delegasi perusahaan Indonesia, serta perwakilan Kementerian Luar Negeri RI dan Iterati (Institute of Engineering, Technicians and Technology of Indonesia).

img_title Ekonomi RI Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29 Persen, Airlangga: Di ASEAN Kita Salah Satu yang Top!

Kehadiran Iterati berkaitan dengan partisipasinya bersama Persatuan Insinyur Indonesia dalam International Engineering Alliance Meetings di Cape Town, sementara Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan tersebut pada tahun depan.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI di Cape Town menyampaikan bahwa forum bisnis ini berlangsung pada momentum yang tepat ketika dunia tengah menghadapi perubahan signifikan dalam tatanan ekonomi global.

img_title Ekonomi Kuartal II Dinilai Tumbuh Cukup Baik, Purbaya Pede Semester II Capai 6 Persen

“Dinamika ekonomi global terus berkembang dengan menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Hubungan ekonomi yang selama ini telah terbangun mengalami redefinisi, sementara dunia usaha harus beradaptasi dengan kondisi yang semakin kompleks dan tidak menentu,” ujarnya.

Menurutnya, gangguan rantai pasok global, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta perubahan kondisi pasar mendorong banyak negara dan pelaku usaha untuk mencari mitra yang lebih terpercaya, memperluas akses pasar, dan membangun rantai pasok yang lebih kuat.

Dalam situasi tersebut, Indonesia dan Afrika Selatan dinilai memiliki posisi strategis untuk mempererat kerja sama ekonomi sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan yang saling menguntungkan.

Sebagai negara dengan peran penting di kawasan Asia Tenggara dan Afrika, Indonesia dan Afrika Selatan memiliki sejumlah agenda pembangunan yang sejalan. Prioritas tersebut mencakup penguatan ketahanan pangan, percepatan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, pengembangan industrialisasi, transisi menuju energi hijau dan energi terbarukan, serta peningkatan keterlibatan dalam rantai nilai global.

“Kesamaan visi tersebut menjadi fondasi yang kuat bagi kemitraan ekonomi yang lebih mendalam dan strategis antara Indonesia dan Afrika Selatan,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Konsul Jenderal juga mengapresiasi partisipasi 12 perusahaan Indonesia dalam Africa Food Show 2026. Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor, termasuk kopi, teh, cokelat, biskuit dan produk konfeksioneri, bahan baku dan rempah-rempah, produk konsumen, produk kebersihan, hingga bahan bangunan dan solusi interior.

Keikutsertaan perusahaan-perusahaan tersebut mencerminkan meningkatnya minat pelaku usaha Indonesia untuk memperluas aktivitas perdagangan dan investasi, baik di Afrika Selatan maupun di pasar Afrika secara keseluruhan.

“Yang lebih penting, kehadiran mereka mencerminkan kepercayaan pelaku usaha Indonesia terhadap besarnya peluang yang ditawarkan Afrika Selatan sebagai gerbang menuju pasar Afrika,” ujarnya.

Ia menjelaskan, forum business networking ini diselenggarakan untuk mendorong dialog, berbagi informasi pasar, bertukar pengalaman bisnis, serta membangun hubungan yang berpotensi berkembang menjadi kerja sama nyata di masa mendatang.

Menurutnya, banyak kemitraan bisnis yang sukses berawal dari komunikasi dan pertemuan sederhana.

“Melalui pertemuan ini, perusahaan Indonesia dan Afrika Selatan dapat saling memahami kekuatan, kebutuhan, dan aspirasi masing-masing. Dari sana lahir kepercayaan, kemitraan, dan peluang pertumbuhan baru,” katanya.

KJRI Cape Town bersama ITPC Johannesburg dan para mitra terkait juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan jaringan bisnis, promosi perdagangan, serta peningkatan hubungan antarpelaku usaha dan masyarakat.

Menutup sambutannya, Konsul Jenderal mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut sebagai sarana membangun kepercayaan, menjajaki peluang kerja sama, menciptakan kemitraan baru, serta membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan bersama.

Ia menambahkan, dialog yang terjalin dalam pertemuan tersebut berpotensi menjadi awal lahirnya kontrak bisnis, investasi baru, dan berbagai kisah sukses pada masa mendatang.

“Setiap kemitraan yang kuat dimulai dengan jabat tangan, tumbuh melalui kepercayaan, dan berhasil melalui komitmen bersama.”

“Percakapan hari ini bisa menjadi kontrak masa depan, investasi masa depan, dan kisah sukses masa depan," pungkasnya.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso

Ekonomi RI Tumbuh 5,29% Kuartal II-2026, BI Pede Sesuai Target hingga Akhir Tahun

Bank Indonesia (BI) terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan Pemerintah.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut