B50 Segera Mengaspal di Indonesia, Apa Keuntungan dan Perbedaan dengan Solar Konvensional?
- abc
“Pelumas dapat dianalogikan sebagai darah bagi mesin industri. Dari sampel yang diuji, kami dapat melihat indikasi awal keausan komponen, kontaminasi, maupun perubahan kondisi operasi. Informasi tersebut membantu perusahaan mengambil tindakan sebelum kerusakan yang lebih besar terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, Vice President Divisi Bisnis Strategis Oil, Gas, and Renewable Energy PT Surveyor Indonesia (Persero), Mahfud Arifin, menilai kebutuhan terhadap assurance akan semakin penting seiring berkembangnya teknologi energi. “Ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pasokan, tetapi juga oleh keandalan sistem yang mendukungnya. Di sinilah assurance berperan untuk memastikan kualitas, keselamatan, dan kepatuhan,” katanya.
Di sisi lain, keberhasilan program B50 akan menjadi salah satu indikator penting dalam upaya Indonesia memperkuat ketahanan energi nasional. Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, kebijakan ini tidak hanya berpotensi mengurangi ketergantungan pada impor BBM, tetapi juga memperbesar pemanfaatan sumber daya domestik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
