BTN Kaji Opsi Buyback Saham, Pertimbangkan Ini

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – PT Bank Tabungan Negara Tbk mengkaji pembelian kembali saham (buyback) di bursa saat ini karena harga saham BBTN dinilai undervalued. Hasil dari buyback tersebut akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan

img_title Harga Emas Hari Ini 31 Juli 2026: Produk Antam Meroket, Global Bervariasi

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, metode tersebut dipertimbangkan mengingat saat ini porsi saham publik di BBTN telah berada pada batas ketentuan minimum.

“Saat ini harga saham BBTN sudah cukup undervalued, sehingga kemungkinan yang bisa kami kaji adalah pembelian saham untuk kebutuhan program karyawan seperti bonus atau stock option,” kata Nixon dalam keterangannya, dikutip Rabu, 24 Juni 2026.

img_title Akad Massal KPR 62.000 Rumah Subsidi, BTN Jadi Penyalur Terbesar

Nixon mengatakan bahwa saat ini rencana buyback tersebut belum masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Menurut dia, perseroan juga akan mengkaji lebih lanjut untuk memasukkan rencana tersebut dalam revisi RBB.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menilai buyback merupakan aksi korporasi yang wajar, khususnya ketika harga saham dinilai belum mencerminkan fundamental perusahaan.

img_title BTN Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemprov Dorong Malut Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional

“Buyback itu sebenarnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu bisa menjadi pilihan. Daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi pada saham perusahaan sendiri apabila memang fundamentalnya kuat,” ujar Dony.

Menurut Dony, sejumlah perusahaan BUMN memiliki fundamental bisnis yang solid, termasuk sektor perbankan, pertambangan, infrastruktur, hingga pengembangan usaha lainnya. Karena itu, perusahaan dengan fundamental baik memiliki potensi untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham.

BTN sendiri saat ini tengah memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan organik dan anorganik. Terbaru, perseroan tengah memproses pembelian portofolio aset dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk.

Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan, Senin (25/5), BTN telah menandatangani dua perjanjian pengalihan atas kredit pensiunan, kredit pra-pensiunan, dan kredit karyawan aktif pegawai BUMN atau lembaga pemerintahan milik Bank SMBC Indonesia.

Penandatanganan dilakukan pada 22 Mei 2026 melalui skema Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) dan Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA). Dalam transaksi CPTA, BTN akan mengakuisisi portofolio pinjaman pensiunan dan pra-pensiunan dengan manfaat pensiun yang dikelola TASPEN dengan estimasi nilai sebesar Rp12,58 triliun.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut