Bank BSN Jual Portofolio Pembiayaan Rp522,08 Miliar, Optimalkan Aset Pasif
- Dokumentasi BSN.
Untuk wilayah Sumatera, Bank BSN menawarkan 145 unit aset dengan nilai Rp56,5 miliar yang tersebar di Pekanbaru, Banda Aceh, Medan, Palembang, dan Batam. Sisa portofolio lainnya terbagi di wilayah Kalimantan sebanyak 34 unit senilai Rp28,2 miliar, Jawa Timur dan Bali sebanyak 35 unit senilai Rp22,5 miliar, serta Sulawesi dengan 26 unit portofolio senilai Rp13,4 miliar.
Tiga Mekanisme Utama
Guna mengeksekusi pengalihan kepemilikan tersebut, Bank BSN menawarkan tiga mekanisme utama yang sah secara hukum dan memiliki kepastian regulasi.
"Mekanisme pertama adalah melalui jalur Lelang terbuka yang transparan dan akuntabel. Mekanisme kedua menggunakan skema Cessie atau pengalihan hak piutang secara komersial kepada pihak ketiga," papar Alex.
Sementara mekanisme ketiga, lanjut Alex, adalah melalui Penjualan Bersama antara pihak bank dan nasabah terkait dengan pendekatan pemasaran yang lebih fleksibel dan optimal.
Untuk mempermudah aksesibilitas para investor dalam meninjau karakteristik, lokasi, dan nilai valuasi aset, BSN merilis katalog digital melalui situs terasrumahbsn.com. Kanal properti digital tersebut merupakan hasil kolaborasi taktis antara perseroan dengan platform media properti Rumah123.
Alex menegaskan, aksi pembersihan neraca keuangan ini berjalan di tengah kondisi fundamental Bank BSN yang sebenarnya berada dalam posisi sangat sehat dan ekspansif setelah sukses melakukan spin-off dari induk usaha BTN pada Desember 2025 lalu.
Berdasarkan data kinerja per Mei 2026, bank syariah ini kokoh mengantongi total aset senilai Rp78,2 triliun, atau tumbuh sebesar 23% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pertumbuhan aset tersebut, menurut Alex ditopang oleh ekspansi penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp58,3 triliun atau naik 22% YoY, serta perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mendarat di angka Rp60,6 triliun, tumbuh 14% secara tahunan. "Kemampuan menjaga efisiensi bisnis ini berhasil mengatrol laba tahun berjalan BSN tumbuh 40% YoY menjadi Rp473 miliar," pungkas Alex.
Kredibilitas korporasi di pasar keuangan pun berada di level premium, terbukti dengan raihan peringkat kredit korporasi AA+ dengan prospek stabil dari lembaga pemeringkat Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
