IHSG Menguat Jelang Penutupan Sesi II, Ini Strategi Saham dan Emiten yang Dinilai Menarik untuk Investor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Jakarta, VoxPop – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terlihat semakin membaik menjelang penutupan sesi II perdagangan menjadi sinyal positif di tengah volatilitas pasar yang masih terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, investor tetap diingatkan untuk menerapkan strategi investasi yang adaptif agar dapat mengelola risiko sekaligus memaksimalkan potensi keuntungan.

img_title IHSG Ditutup Menguat 0,77 Persen ke Level 6.234, Seluruh Indeks Bursa Kompak Berakhir di Zona Hijau

Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, menilai salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan investor, terutama pemula, adalah berinvestasi pada saham-saham yang rutin membagikan dividen.

Menurutnya, saham dividen menawarkan dua sumber potensi keuntungan, yakni kenaikan harga saham (capital gain) dan pendapatan tunai secara berkala dari pembagian dividen.

img_title IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau Saat Sesi II Dibuka, Menguat 0,55% ke Level 6.220

"Dividen adalah bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jadi investor tidak hanya bergantung pada kenaikan harga saham, tetapi juga mendapatkan penghasilan tunai secara berkala," ujar Teddy, Kamis, 2 Juli 2026.

Saham Dividen Dinilai Lebih Stabil

img_title Presiden Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP, BRI Perkuat Peran sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Teddy menjelaskan, sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia mampu memberikan dividend yield sekitar 3 hingga 6 persen per tahun.

Dengan karakteristik tersebut, investor masih memiliki peluang memperoleh imbal hasil meskipun pergerakan harga saham sedang tidak terlalu agresif.

Selain memberikan pendapatan rutin, saham dividen juga dinilai mampu membantu mengurangi tekanan psikologis investor ketika pasar bergerak fluktuatif karena adanya arus kas yang diterima secara berkala.

Meski demikian, Teddy mengingatkan bahwa tidak semua emiten memiliki kualitas pembagian dividen yang sama. Investor tetap perlu mencermati fundamental perusahaan dan konsistensi kinerjanya sebelum mengambil keputusan investasi.

Emiten yang Dinilai Menarik

Menurut Teddy, sektor perbankan menjadi salah satu pilihan karena memiliki rekam jejak pembagian dividen yang relatif konsisten.

Beberapa emiten yang disebut memiliki fundamental kuat antara lain:

Keempat saham tersebut dinilai mampu menjaga konsistensi pembagian dividen berkat kinerja bisnis dan arus kas yang solid.

Di sektor barang konsumsi, Teddy juga menilai Indofood CBP Sukses Makmur sebagai salah satu emiten yang memiliki riwayat pembagian dividen yang stabil.

Sementara itu, untuk sektor komoditas, investor diingatkan bahwa potensi dividen cenderung lebih berfluktuasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut