Kapasitas RI Garap Proyek Kilang Migas Diakui Global, SDM Unggul Jadi Kuncinya

Ilustrasi kilang minyak.
Sumber :
  • Pixabay

Jakarta, VoxPop – Pada era awal tahun 2000-an, para kontraktor nasional di Tanah Air mulai mampu membangun kilang-kilang minyak secara mandiri. Misalnya seperti proyek Kilang Langit Biru di Balongan alias proyek Kilang Merah-Putih, atau proyek Kilang Recycle Offgas to Propylene Project (ROPP) dan lain sebagainya.

img_title Harga Pertamax Turun Jadi Rp 15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026, Intip Daftar Lengkapnya

Namun, sampai saat ini pun hanya segelintir negara di dunia, yang para insinyurnya mampu membangun kilang-kilang minyak secara mandiri. Hebatnya, Indonesia menjadi salah satu negara di dunia, yang para insinyurnya berkompetensi dalam membangun proyek-proyek kilang minyak tersebut.

Hal itu sebagaimana diakui oleh Triharyo Soesilo alias Hengki, yang dikenal telah banyak menghasilkan banyak karya-karya di industri kilang minyak nasional. Dengan ambisi melawan dominasi kontraktor asing, Hengki dan kawan-kawannya di PT Rekayasa Industri (Rekind) dengan sangat berani berhasil membangun pipa gas bawah laut, yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa.

img_title Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga Pasokan 40 Persen Kebutuhan LPG Nasional

Mantan Komisaris Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Triharyo Soesilo (Hengki)

Photo :
  • [Istimewa]

Mereka kemudian juga berhasil mendominasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), yang juga digarap dari tangan asli para putra-putri Indonesia.

img_title Wadirut Pertamina Bagikan Upaya Pertamina Mendukung Ketahanan Energi Nasional

"Dimana kedua teknologi ini sebelumnya dikuasai oleh kontraktor asing, dan belum pernah dilakukan oleh kontraktor nasional," kata Hengki dalam keterangannya, Jumat, 3 Juli 2026.

Dia mengakui, salah satu tantangan terberatnya adalah ketika menerima penugasan dari Menteri BUMN dan Menteri ESDM, untuk menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Kilang Pertamina Internasional atau PT KPI. Tujuan dari tugasnya sebagai Komut PT KPI ini adalah untuk mempercepat penyelesaian proyek-proyek kilang di Pertamina, seperti misalnya Proyek RDMP Balongan, RDMP Balikpapan, dan lain sebagainya.

Saat menerima tugas tersebut di medio Juni 2020 silam, Hengki menyadari bahwa ternyata hampir setiap tiga bulan kilang-kilang Pertamina kerap mengalami kebakaran hebat. Hingga akhirnya Dia dan timnya berhasil bergerak dengan sangat cepat, hingga semua penyebab kebakaran berhasil dimitigasi satu per satu oleh seluruh jajaran PT KPI. Hal itu seiring keberhasilan jajaran PT KPI menuntaskan satu per satu proyek-proyek kilang di Pertamina. 

Pengalaman memecahkan berbagai permasalahan di banyak proyek skala besar, serta kiat-kiat mendominasi pasar, akhirnya dituliskan Hengki dalam bukunya yang berjudul "Ilmu Menerobos Sumbatan". Buku tersebut membuka banyak rahasia ke publik untuk pertama kalinya, seperti soal sejarah Biodiesel di Indonesia, penyelesaian proyek 35.000 MW, proyek LNG Tangguh-3, operasi intelijen penyelesaian proyek pupuk di Aceh dan lain sebagainya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut