Dongkrak Likuiditas Perdagangan, BEI dan Anggota Bursa Liquidity Provider Jalin Kolaborasi

Gedung IDX, Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia)
Sumber :
  • vivanews/Andry

Jakarta, VoxPop – Implementasi Liquidity Provider (LP) Saham menjadi salah satu langkah strategis Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam memperkuat kualitas dan likuiditas perdagangan saham sekaligus meningkatkan daya tarik investasi melalui perdagangan yang lebih likuid, efisien, dan transparan.

img_title BEI Suspensi 72 Saham karena Telat Laporan Keuangan Kuartal I 2026, Ini Daftar Emitennya

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik pada awal Juni lalu mengatakan, program ini diharapkan dapat mendukung perdagangan yang lebih efisien dengan penyediaan kuotasi beli dan jual yang lebih konsisten di pasar, yang dilakukan oleh LP Saham. Sehingga dapat mempermudah investor dalam bertransaksi, dan mendukung proses pembentukan harga yang lebih optimal.

BEI menilai, respons dan minat dari Anggota Bursa (AB) terhadap program LP Saham menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga saat ini, terdapat dua sekuritas yang telah melakukan kuotasi LP Saham, yakni PT Phintraco Sekuritas sejak 20 April 2026 lalu dan PT Mandiri Sekuritas baru-baru ini pada 4 Mei 2026.

img_title IHSG Makin Tertekan di Penutupan Sesi I, Anjlok 0,6 Persen ke Level 6.093

"Penambahan partisipasi AB ini menunjukkan meningkatnya minat pelaku industri terhadap program LP Saham, sekaligus menjadi komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas dan likuiditas perdagangan di Bursa," kata Jeffrey, dikutip Selasa, 7 Juli 2026.

Direktur Utama BEI terpilih Jeffrey Hendrik.

Photo :
  • Antara.
img_title Demutualisasi BEI Jadi Strategi Perkuat Pasar Modal, Ini Penjelasannya

Ke depan, BEI berharap jumlah Anggota Bursa yang bergabung dalam program ini dapat terus bertambah, seiring meningkatnya pemahaman dan pemanfaatan skema LP Saham di pasar.

Pelaksanaan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas dilakukan terhadap lima saham, yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

BEI mencatat, pada periode satu minggu sebelum dan sesudah implementasi, sejumlah saham tersebut menunjukan peningkatan rata-rata harian nilai transaksi dengan persentase kenaikan berkisar antara 25,98—119,44 persen. Hasil ini menujukkan potensi LP Saham dalam meningkatkan aktivitas perdagangan dan likuiditas di pasar.

“Kami melihat bahwa kegiatan LP Saham memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas perdagangan dan likuiditas saham di pasar, yang secara tidak langsung memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Direktur Utama Phintraco Sekuritas, Ferawati menambahkan, partisipasi perusahaan dalam program LP Saham merupakan bagian dari komitmen perusahaan, untuk mengambil peran yang lebih strategis dalam pengembangan kualitas dan pendalaman pasar modal Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut