Pasok Bahan Baku Industri Manufaktur, Dirut Tegaskan Transformasi PTPN I Harus Lebih Progresif

Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras (kiri)
Sumber :
  • [Istimewa]

Jakarta, VoxPop – Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras menyampaikan, trransformasi yang dijalankan perusahaan sejak beberapa tahun terakhir, telah memberi petunjuk arah yang tepat. Namun, Dia mengakui bahwa kecepatannya membutuhkan energi yang lebih besar, terukur, dan lebih progresif.

img_title Dukung Pertumbuhan Sektor Otomotif RI, Bank Saqu Usung Program Selalu Cuan di GIIAS 2026

Rivai menegaskan, transformasi yang progresif di era digital saat ini, membutuhkan prasyarat manajemen modern, profesional, tangguh, dan berdaya saing global. Karenanya, Dia menegaskan perlunya mengakselerasi kinerja korporasi secara komprehensif sehingga membutuhkan komitmen bersama.

Industri perkebunan atau farming adalah main course alias menu utama, sebagai penyedia bahan baku industri manufaktur. Industri ini tidak akan mati selagi masih ada kehidupan," kata Rivai dalam keterangannya, Jumat, 10 Juli 2026.

img_title Perkenalkan Produk dan Industri Negeri Tirai Bambu, Shanghai Fair Indonesia 2026 Digelar di JIExpo Kemayoran

Kendaraan melintas di kawasan perkebunan kelapa sawit milik PTPN, Sariak, Pasaman Barat, Sumatra Barat.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

"Karena itu, kita harus memperkuat semua lini dengan modernisasi dan profesionalitas, agar Perusahaan kita berkembang lebih progresif," ujarnya.

img_title Bagaimana AI Mengubah Industri Game? Dari Musuh Adaptif hingga Dunia yang Terus Berkembang Tanpa Skrip

Rivai mengatakan, industri agro memiliki posisi yang amat strategis dalam pola rantai kehidupan sosial. Selain karena menghasilkan produk utama penyediaan bahan pangan, bidang Perkebunan juga bersifat padat karya.

Tingkat keterlibatan manusia dalam proses operasional industro agro, menurutnya cenderung lebih tinggi dan lebih merata di semua Kawasan disbanding industri lain.

“Kita harus bertransformasi dengan cepat dan masif bukan hanya karena mengejar profit, tetapi menjaring efek sosial yang lebih luas," kata Rivai.

Menurutnya, sektor perkebunan dan pertanian menyerap tenaga paling besar dalam rantai ekonomi. Sebarannya juga snagat luas, tidak terkonsentrasi di titik tertentu. "Dan lebih penting lagi, lapangan kerja yang tercipta bisa dimasuki oleh siapa saja,” ujarnya.

Menurut Rivai, dinamika industri perkebunan saat ini telah mengalami perubahan yang sangat cepat. Persaingan global, volatilitas harga komoditas, dampak perubahan iklim, tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan, hingga percepatan digitalisasi telah mengubah paradigma pengelolaan perusahaan perkebunan.

"Mengelola PTPN I hari ini bukan lagi sekadar mengelola kebun atau mengejar target produksi. Amanah ini adalah tanggung jawab untuk membangun sebuah korporasi negara yang mampu bersaing di tingkat global, adaptif terhadap perubahan, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan masyarakat," ujarnya.

Ilustrasi game online.

Fenomena Diskon Besar di Industri Game, Bagaimana Promo Digital Membentuk Kebiasaan Belanja Gamer Modern

Diskon besar mengubah cara gamer membeli game. Simak bagaimana promo digital di Steam, PlayStation, Xbox, dan Nintendo membentuk kebiasaan belanja pemain modern.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut