Kisah Sukses dari Lombok: Ponpes Mandiri Berkat Binaan BI
- Istimewa
Jakarta, VoxPop – Sederet gebrakan dilakukan Bank Indonesia (BI) dalam mewujudkan posisi Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah global. Salah satunya, dengan melakukan pembinaan terhadap Pondok Pesantren (Ponpes).
Pondok Pesantren Thohir Yasin di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu ponpes yang mendapatkan pembinaan langsung dari BI.
Pimpinan Ponpes Thohir Yasin, Tuan Guru Haji (TGH) Ismail Thohir menceritakan perjalanan panjang pondok pesantren yang dipimpinnya sejak awal dekade 90-an hingga kini memiliki berbagai lini usaha di bidang pertanian, peternakan dan perdagangan.
Pimpinan Ponpes Thohir Yasin, Tuan Guru Haji (TGH) Ismail Thohir
- Yeni Lestari/VoxPop
Dia menyebut, ponpes ini terus bergerak mengembangkan ekonomi guna mencapai kemandirian penuh. Sehingga, operasional pesantren tidak lagi bergantung pada pihak luar.
"Jadinya kita bercita-cita, berinisiatif, ingin untuk menjadikan Pondok Thohir Yasin menjadi pondok yang mandiri. Artinya pondok mandiri, siap untuktidak selalu mengharapkan dari luar. Kita ingin supaya dari hasil kita sendiri untuk gaji gurunya, untuk pembangunannya, dan untuk semua, itu harapan kita," lanjut Datuk Ismail Thohir.
Langkah Ponpes Thohir Yasin menuju kemandirian ekonomi semakin progresif sejak mendapat pendampingan dan dukungan sarana prasarana dari Bank Indonesia pada tahun 2021.
Green house milik Pondok Pesantren (Ponpes) Thohir Yasin
- Yeni Lestari/VoxPop
"Dukungannya termasuk ada bantuan green house, rumah potong unggas. Ada kandang ayam juga, itu rice milling. Rice mill itu dari Bank Indonesia," ucap dia.
"Alhamdulillah, jadinya dengan adanya dukungan-dukungan dari Bank Indonesia, kita semakin, semakin apa? Semakin semangat. Semakin semangat dan meningkat dengan adanya dukungan dari Bank Indonesia. Alhamdulillah. Terima kasih kepada Bank Indonesia atas dukungannya," sambungnya.
Tidak hanya berupa mesin dan bangunan, Bank Indonesia juga memberikan pelatihan sumber daya manusia. Sekitar 300 santri tingkat Madrasah Aliyah dan perguruan tinggi (Ma'had Aly) dilibatkan.
Rumah pemotongan hewan (RPH) unggas milik Ponpes Thohir Yasin
- Yeni Lestari/VoxPop
"Ya, ada. Termasuk pelatihan wirausaha. Kewirausahaan, dan yang kedua juga pemotongan hewan, itu. Itu dari Bank Indonesia," tambah Datuk.
Datuk Ismail Thohir menjelaskan, dukungan sarana dari BI terbukti menghasilkan perputaran ekonomi yang luar biasa.
Di sisi lain, Direktur Badan Usaha Milik Pesantren (Bumpes) Thohir Yasin, Syahrullah, mengungkapkan bahwa operasional pondok saat ini sudah berhasil di-cover sebesar 70 persen dari hasil ekonomi pesantren.
