Bos Kadin Sebut Meredanya Tekanan Geopolitik Beri Sentimen Positif ke Indonesia, Simak Paparannya

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie
Sumber :
  • Antara

Jakarta, VoxPop – Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie menilai, mulai meredanya tekanan geopolitik global turut disertai sentimen positif terhadap Indonesia.

img_title PGS BI Destry Beberkan Strategi Hadapi Era Suku Bunga Tinggi di Dunia

Dia menyampaikan, sepanjang kuartal II-2026 dunia usaha menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian geopolitik akibat konflik di Timur Tengah, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, kepastian regulasi, daya beli masyarakat, hingga kenaikan biaya energi.

Menurutnya, saat ini Indonesia tengah memasuki fase transformasi ekonomi dari berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis sumber daya manusia.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

“Indonesia sedang bertransformasi dari natural resources based menjadi human resources based. Dalam setiap transisi tentu ada tantangan, sehingga kita harus menyiapkan peningkatan kualitas SDM,” kata Anindya dalam keterangannya, Jumat, 17 Juli 2026.

Direktur Utama & CEO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Anindya Bakrie

Photo :
  • [tangkapan layar]
img_title Dorong Ekosistem Digitalisasi Pengadaan, ICEF-IPFE 2026 Pertemukan Pelaku Usaha dengan 15 Ribu Buyer Pemerintah

Hal ini merupakan hasil dari survei Kadin Business Pulse pada kuartal II-2026, yang merupakan instrumen yang secara rutin diterbitkan setiap kuartal untuk memotret kondisi dunia usaha sekaligus menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi.

Anindya menyampaikan, Business Pulse menjadi dashboard bagi dunia usaha, untuk melihat berbagai indikator perekonomian mulai dari kondisi bisnis, regulasi, birokrasi, kebijakan pemerintah, hingga daya beli masyarakat.

Survei tersebut juga mencakup pelaku usaha dari berbagai skala, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), hingga perusahaan besar. Anindya menambahkan, perhatian investor global terhadap Indonesia kini tidak lagi berfokus pada besarnya potensi ekonomi, melainkan pada kemampuan Indonesia dalam merealisasikan berbagai kebijakan.

Menurutnya, kondisi tersebut justru mendorong Kadin untuk semakin aktif turun ke berbagai daerah guna memperkuat komunikasi dengan pelaku usaha sekaligus menyampaikan berbagai informasi dan advokasi kebijakan.

Dia menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah berbagai tantangan global. Anindya mengaku optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dapat bertahan di kisaran 5 persen pada 2026.

“Inflasi juga terjaga dan rasio utang terhadap PDB merupakan salah satu yang terbaik di G20,” ujar Anindya.

Di sisi lain, Anindya menilai dunia usaha perlu beradaptasi terhadap tatanan ekonomi global yang baru (new equilibrium). Kondisi tersebut harus dihadapi secara realistis dengan tetap menjaga optimisme.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut