Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Kementerian UMKM Perkuat Kelompok Tani Jagung dengan Dukungan KUR

Kementerian UMKM
Sumber :
  • [Istimewa]

Jakarta, VoxPop – Kementerian UMKM mendorong petani membangun skala ekonomi melalui penguatan kelembagaan usaha secara berkelompok, guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan.

img_title Fasilitasi 50 UMKM Sertifikasi Halal, Pertamina Dorong Perluasan Peluang Pasar

Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik mengatakan, upaya tersebut diperkuat dengan kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk pembiayaan hingga Rp 100 juta tanpa agunan tambahan sesuai ketentuan yang berlaku.

Riza mengatakan, sektor pangan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional. Namun, keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, melainkan juga oleh meningkatnya kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.

img_title Petani Kopi Asal Batang Sajikan Racikan Produk hingga Jangkau Pasar Dunia Bersama BRI

"Produksi pangan akan berjalan baik dan berkelanjutan apabila petaninya sejahtera. Karena itu, berbagai kebijakan afirmatif pemerintah harus dimanfaatkan secara optimal agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani," kata Riza dalam keterangannya, Rabu, 22 Juli 2026.

Petani jagung.

Photo :
  • ist
img_title Pemerintah Siapkan Benih Gratis untuk 870 Ribu Hektare Perkebunan se-Indonesia

Menurutnya, salah satu bentuk dukungan pemerintah diwujudkan melalui KUR, yang memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi petani. Selain memperoleh subsidi bunga dari pemerintah, petani juga dapat mengakses KUR hingga Rp100 juta tanpa agunan tambahan sesuai ketentuan yang berlaku.

Riza menegaskan, pemerintah tidak menoleransi apabila masih terdapat penyalur KUR yang meminta agunan tambahan, untuk pembiayaan di bawah Rp 100 juta. Pemerintah ditegaskannya telah menyiapkan mekanisme pengawasan dan sanksi, bagi penyalur yang melanggar ketentuan tersebut.

"KUR merupakan instrumen afirmasi pemerintah untuk membantu petani mengembangkan usahanya. Pembiayaan hingga Rp100 juta tidak memerlukan agunan tambahan. Apabila masih ditemukan adanya permintaan agunan tambahan, masyarakat dapat melaporkannya kepada pemerintah," ujar Riza.

Dia menambahkan, KUR juga memberikan fleksibilitas pola pembayaran yang disesuaikan dengan karakteristik usaha pertanian. Melalui skema pembayaran setelah panen (yarnen), petani dapat menyesuaikan cicilan dengan siklus produksi sehingga tidak membebani arus kas selama masa tanam.

Riza menilai, tantangan utama pertanian Indonesia masih terletak pada kecilnya skala usaha yang dikelola sebagian besar petani. Karenanya, Kementerian UMKM mendorong petani memperkuat kelembagaan usaha melalui kelompok tani agar tercipta skala ekonomi yang lebih efisien dan berdaya saing.

"Tidak ada yang salah dengan lahan yang kecil. Yang perlu kita ubah adalah cara mengelolanya. Ketika petani berkelompok, mereka dapat membeli benih, pupuk, maupun sarana produksi secara bersama sehingga lebih efisien. Di sisi lain, volume produksi yang lebih besar juga akan meningkatkan posisi tawar petani dalam menentukan harga," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut