RI Disebut Sudah Swasembada 8 Komoditas Pangan Ini

Cadangan beras di Gudang Bulog Sidoarjo, Jawa Timur
Sumber :
  • Viva/Siska Permata Sari

Jakarta, VoxPop – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis. Capaian tersebut ditegaskan berkat kolaborasi pemerintah, petani, penyuluh, TNI/Polri, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha pertanian.

img_title 80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar dan Lebih Mahal, Amran: Itu Penipuan

Amran menjabarkan delapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Capaian tersebut membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor untuk komoditas-komoditas tersebut dan sebagian di antaranya telah memasuki pasar ekspor.

Dia mengatakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah melampaui 5 juta ton, yang disebutnya sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Amran juga menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 127,73 pada Mei 2026, sedangkan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian tumbuh 5,74 persen.

img_title Orang AS Ketagihan Tempe, Produk Pangan RI Laris hingga Rp 150 Miliar di New York

Menurut dia, capaian tersebut didukung kebijakan pemerintah, antara lain kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah, perbaikan tata kelola distribusi pupuk, dan penurunan harga pupuk subsidi. Pemerintah akan terus meningkatkan produksi pangan, menjaga stabilitas harga, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menegaskan sektor pertanian menjadi fondasi utama pembangunan nasional. Di tengah gejolak global, Indonesia berhasil mencatat berbagai capaian strategis, mulai dari swasembada delapan komoditas pangan, cadangan beras pemerintah tertinggi sepanjang sejarah, hingga NTP yang mencapai level tertinggi sejak Indonesia merdeka.

img_title Pemerintah Siapkan Benih Gratis untuk 870 Ribu Hektare Perkebunan se-Indonesia

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7). Presiden menegaskan ukuran utama keberhasilan sebuah negara adalah kemampuannya menyediakan pangan bagi rakyatnya.

"Setiap negara, setiap perekonomian itu pasti diukur. Kita bertanya, apakah bangsa itu bisa memberi pangan, memberi makan untuk rakyatnya. Itu yang paling mendasar. Untuk apa kita merdeka kalau kita tidak bisa memberi yang paling dasar dari sebuah peradaban, yaitu pangan," ujar Presiden.

Menurut Presiden, tidak ada peradaban yang mampu bertahan tanpa ketahanan pangan. Karena itu, pemerintah menempatkan pembangunan pertanian sebagai prioritas utama melalui penyediaan lahan produktif, pengelolaan air, kebijakan yang berpihak kepada petani, serta ketersediaan pupuk yang terjangkau.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut