Program E10 Dinilai Bisa Kurangi Impor BBM dan Perkuat Ekonomi Rakyat

Anggota Komisi XII DPR RI, Cek Endra
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – Anggota Komisi XII DPR RI, Cek Endra, menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah yang menargetkan implementasi bahan bakar campuran bioetanol 10 persen (E10). 

img_title Kadin Se Indonesia Dipanggil Prabowo, Anindya Ungkap Diskusi soal Genjot Ekonomi Daerah

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat melalui pengembangan industri bioetanol berbasis sumber daya dalam negeri.

Cek Endra mengatakan, tingginya kebutuhan BBM nasional harus diimbangi dengan peningkatan pemanfaatan energi yang diproduksi di dalam negeri.

img_title BI Disebut Tak Fokus Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Destry: Salah itu, Kami Tetap Konsen

Karena itu, pengembangan bioetanol menjadi bagian penting dari strategi diversifikasi energi yang tidak hanya mengurangi tekanan terhadap impor BBM dan pengeluaran devisa negara, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi sektor pertanian dan industri nasional.

"Kami mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto yang kemudian diimplementasikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam mempercepat implementasi program E10. Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat melalui pengembangan industri bioetanol nasional," kata Cek Endra dalam keterangannya, Kamis, 23 Juli 2026.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 18.055 Meski Ekonom Proyeksi Ekonomi RI di Kuartal II-2026 Anjlok

Menurut Cek Endra, pengembangan bioetanol akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional karena melibatkan rantai usaha mulai dari sektor pertanian, industri pengolahan, transportasi, logistik, hingga perdagangan. 

Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh sektor energi, tetapi juga oleh petani, koperasi, pelaku UMKM, dan masyarakat di daerah-daerah penghasil bahan baku bioetanol.

Ia menilai daerah-daerah sentra tebu dan penghasil molases seperti Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari pengembangan industri bioetanol nasional. Melalui investasi industri pengolahan di daerah, program E10 diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat perekonomian daerah.

"Program E10 bukan hanya kebijakan energi, tetapi juga strategi membangun ekonomi rakyat yang berkelanjutan. Ketika bahan baku diproduksi petani, diolah oleh industri nasional, dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, maka manfaat ekonominya akan berputar di dalam negeri dan dinikmati masyarakat," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut