Anggota DPR Nilai Pengembangan Hidrogen Bisa Perkuat Industri dan Daya Saing Indonesia

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Jamaludin Malik,
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – Anggota Komisi XII DPR RI Jamaluddin Malik, menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dalam mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen nasional. 

img_title Perkenalkan Produk dan Industri Negeri Tirai Bambu, Shanghai Fair Indonesia 2026 Digelar di JIExpo Kemayoran

Menurutnya, pengembangan hidrogen tidak hanya menjadi bagian dari strategi transisi energi, tetapi juga harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangun penguasaan teknologi, memperkuat riset, dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dalam industri energi masa depan.

Jamaluddin Malik mengatakan, pengembangan 93 proyek hidrogen dengan potensi investasi sekitar Rp32 triliun merupakan peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat industri nasional. Karena itu, investasi yang masuk harus menghasilkan alih teknologi, meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperkuat industri nasional, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia.

img_title Bagaimana AI Mengubah Industri Game? Dari Musuh Adaptif hingga Dunia yang Terus Berkembang Tanpa Skrip

"Kami mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto yang kemudian diimplementasikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen nasional. Langkah ini harus menjadi momentum untuk membangun kemandirian teknologi, memperkuat inovasi, dan meningkatkan daya saing industri Indonesia di tengah perkembangan industri energi global," kata Jamaluddin Malik dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 24 Juli 2026.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan industri hidrogen karena didukung sumber energi baru dan terbarukan yang melimpah. 

img_title GIIAS 2026, Pertamina Patra Niaga Beberkan Sederet Strategi Dorong Industri Otomotif Nasional

Kawasan panas bumi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Lampung, potensi tenaga air di Kalimantan Utara dan Sulawesi, serta berbagai kawasan industri di Indonesia harus dipersiapkan menjadi bagian dari ekosistem hidrogen nasional melalui penguatan riset, pendidikan vokasi, infrastruktur, dan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, serta dunia usaha.

Ia menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi hidrogen. Pengembangan hidrogen harus mampu mendorong lahirnya industri manufaktur dalam negeri, meningkatkan TKDN, memperkuat rantai pasok nasional, serta menciptakan lebih banyak insinyur, peneliti, dan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di sektor energi masa depan.

Jamaluddin Malik menambahkan, Komisi XII DPR RI akan terus mengawal pengembangan ekosistem hidrogen agar memberikan manfaat nyata bagi bangsa. 

Menurutnya, keberhasilan hidrogen tidak hanya diukur dari besarnya investasi, tetapi juga dari kemampuan Indonesia menguasai teknologi, membangun industri nasional, meningkatkan kualitas SDM, dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut