Rupiah Makin Melemah ke Rp 18.063, Pasar Respons Negatif Pengunduran Diri Perry Warjiyo dari Gubernur BI
- VoxPop/Davro
Jakarta, VoxPop – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.995 pada Senin, 27 Juli 2026. Posisi rupiah itu melemah 22 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.973 pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Selasa, 28 Juli 2026 hingga pukul 09.02 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 18.063 per dolar AS. Posisi itu melemah 54 poin atau 0,30 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.009 per dolar AS.
Ilustrasi uang rupiah
- vstory
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar merespon negatif mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dari jabatannya.
Pengunduran diri tersebut bersamaan dengan gonjang-ganjing rupiah yang terus melemah akibat tensi geopolitik, yang terus memanas di Timur Tengah antara AS dan Iran. Hal itu membuat Presiden, pemerintah, dan DPR, sering melakukan intervensi terhadap independensi BI.
Selain itu, rasio utang Indonesia yang berada di kisaran 40 persen terhadap PDB, perlu dilihat bersama dengan kemampuan pemerintah dalam membayar utang serta kualitas penggunaan utang tersebut.
Namun, indikator tersebut tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran dalam menilai kesehatan fiskal suatu negara. indikator yang lebih penting untuk diperhatikan adalah rasio pembayaran utang beserta bunganya terhadap pendapatan negara. Indikator tersebut, lebih menggambarkan kemampuan riil pemerintah dalam memenuhi kewajiban utangnya.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 18.010-Rp 18.060," ujarnya.
Sebagai informasi, Washington menghentikan kampanye pengebomannya setelah 13 malam berturut-turut melakukan serangan, dengan mengatakan akan memberikan lebih banyak waktu untuk upaya diplomatik setelah berminggu-minggu peningkatan serangan antara kedua pihak.
Langkah itu dengan cepat dibalas. Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran akan menangguhkan serangan balasan selama jeda AS tetap berlaku, meskipun kedua pihak telah memperingatkan bahwa mereka tetap siap untuk melanjutkan aksi militer jika pembicaraan gagal.
Investor juga mendapat dorongan dari laporan pada hari Jumat, bahwa China sedang berupaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian yang macet antara Washington dan Teheran. Hal itu meningkatkan harapan bahwa konflik dapat bergeser kembali ke arah negosiasi setelah berminggu-minggu peningkatan militer.
