Air Minum Kemasan hingga Asupan Kopi Harian, Cek 7 Pengeluaran Kecil yang Diam-diam Bikin Dompet Tipis
- pexels.com/Pixabay
Membawa bekal atau camilan dari rumah dapat menjadi alternatif yang lebih hemat sekaligus membantu mengontrol pengeluaran harian.
5. Terlalu sering membeli air minum kemasan
Air minum merupakan kebutuhan yang dikonsumsi setiap hari. Karena itu, kebiasaan membeli air minum kemasan setiap kali beraktivitas di luar rumah dapat menjadi salah satu pengeluaran kecil yang terus berulang. Sejumlah konsumen kini mulai beralih ke model isi ulang sebagai alternatif untuk menekan pengeluaran sekaligus mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.
Tren ini juga sejalan dengan laporan NielsenIQ Indonesia Mid Year Consumer Outlook yang menunjukkan masyarakat semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang dan lebih mengutamakan nilai atau value dalam setiap keputusan pembelian. Sementara itu, survei PwC Voice of the Consumer 2025 mencatat tekanan biaya hidup masih menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia.
Di sisi lain, 62 persen konsumen Indonesia mengaku peduli terhadap perubahan iklim dan 57 persen memilih produk dengan kemasan yang lebih ramah lingkungan. "Konsumen saat ini tidak lagi hanya mempertimbangkan harga atau popularitas sebuah merek. Mereka semakin memperhatikan manfaat yang diperoleh dalam jangka panjang dan bagaimana sebuah produk atau layanan dapat menjawab lebih dari satu kebutuhan sekaligus. Di banyak kategori, merek yang mampu menghadirkan value yang relevan bagi kehidupan konsumen memiliki peluang lebih besar untuk dipilih," kata Handi Irawan D., selaku Founder Top Brand Award, dikutip dari keterangannya.
Perubahan preferensi itu juga dirasakan pelaku industri air minum isi ulang, seperti PT Biru Semesta Abadi yang baru meraih penghargaan Top Brand Award 2026. "Dulu konsumen banyak memilih air minum isi ulang karena faktor harga. Kini pertimbangannya semakin berkembang. Mereka mencari kualitas yang terjaga, nilai ekonomi yang lebih baik, sekaligus pilihan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan," ungkap Yantje Wongso selalu Founder dan Direktur.
![]()
Menurutnya, tren tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mempertimbangkan efisiensi biaya dan dampak lingkungan secara bersamaan saat menentukan pilihan konsumsi sehari-hari.
6. Belanja impulsif karena diskon
Potongan harga, flash sale, atau promo terbatas sering membuat seseorang membeli barang yang sebenarnya tidak sedang dibutuhkan. Meski harga terlihat lebih murah, pengeluaran tetap menjadi sia sia apabila barang tersebut tidak pernah digunakan. Sebelum berbelanja, biasakan membuat daftar kebutuhan agar Anda tidak mudah tergoda membeli barang hanya karena sedang diskon.
