Sering Dijuluki Safe Haven, Ternyata Investasi Emas Juga Punya 6 Risiko Ini
- Adri Prastowo
VoxPop – Investasi emas telah lama menjadi pilihan masyarakat yang ingin menjaga nilai kekayaan. Saat kondisi ekonomi tidak menentu, inflasi meningkat, atau pasar saham bergejolak, emas sering dianggap sebagai aset yang mampu memberikan perlindungan.
Tak heran jika minat terhadap logam mulia ini terus meningkat dari tahun ke tahun.
Namun, anggapan bahwa investasi emas selalu aman tidak sepenuhnya benar. Sama seperti instrumen investasi lainnya, emas juga memiliki sejumlah risiko yang perlu dipahami sebelum Anda memutuskan untuk membeli.
Memahami risiko ini penting agar Anda dapat menyusun strategi investasi yang lebih realistis dan tidak hanya mengandalkan asumsi bahwa harga emas pasti akan terus naik. Berikut beberapa risiko investasi emas, sebagaimana dilansir dari MoneyWeek, Jumat, 31 Juli 2026.
1. Harga Emas Tetap Bisa Turun
Banyak orang beranggapan harga emas akan terus naik seiring berjalannya waktu. Faktanya, harga emas juga mengalami fluktuasi dan bisa turun dalam periode tertentu.
Pergerakan harga emas dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, kebijakan bank sentral, nilai tukar dolar Amerika Serikat, hingga sentimen investor. Dalam beberapa periode, harga emas bahkan dapat mengalami koreksi cukup tajam, sehingga investor yang membeli di harga tinggi harus menunggu lebih lama untuk memperoleh keuntungan.
2. Tidak Memberikan Pendapatan Pasif
Berbeda dengan saham yang dapat membagikan dividen atau obligasi yang memberikan kupon, emas tidak menghasilkan pendapatan selama disimpan.
Keuntungan investasi emas hanya berasal dari selisih harga beli dan harga jual. Jika harga emas tidak mengalami kenaikan dalam waktu lama, investor tidak memperoleh tambahan penghasilan apa pun.
Inilah alasan mengapa banyak perencana keuangan menyarankan agar emas digunakan sebagai alat diversifikasi portofolio, bukan satu-satunya instrumen investasi.
3. Ada Biaya Penyimpanan Tambahan
Risiko lain yang sering terlupakan adalah biaya penyimpanan. Jika Anda membeli emas fisik, keamanan menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan.
Sebagian orang memilih menyimpan emas di brankas pribadi, sementara yang lain menggunakan layanan safe deposit box di bank.
Kedua pilihan tersebut dapat menimbulkan biaya tambahan. Belum lagi jika Anda memutuskan membeli asuransi untuk melindungi aset dari risiko kehilangan atau pencurian.
