Pacu Kesejahteraan Masyarakat Pesisir, Pertamina Perkuat Pendampingan Olahan Hasil Laut
- Dokumentasi Pertamina.
Program tersebut turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 14 tentang Ekosistem Lautan melalui pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua Poklahsar Sukses Bersama Dian mengatakan pendampingan yang diberikan membuat para anggota semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha. Bagi kelompok perempuan, kegiatan tersebut juga membuka akses untuk terus berkarya sekaligus membantu menambah penghasilan keluarga.
Disampaikannya, berbagai produk unggulan yang dihasilkan berasal dari pemanfaatan seluruh bagian ikan, mulai dari kulit hingga tulang. Kelompok mengolahnya menjadi keripik kulit ikan tenggiri original dan pedas manis, kerupuk kulit ikan kakap, swiss roll abon ikan, abon ikan, serta penyedap rasa dari tulang ikan.
Selain itu, kepala udang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan juga diolah menjadi penyedap rasa. Produk-produk tersebut kini telah dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura.
Sementara itu, Ketua KUB Terihindo Jaya Lestari Seno mengatakan pembinaan dari perusahaan negara ini membantu kelompok nelayan mengembangkan budidaya ikan dalam skala yang lebih besar.
Melalui inovasi Budidaya Ikan Terintegrasi (BUDITA/Eco-Dita), masa pemeliharaan ikan dapat berkurang dari 240 hari menjadi sekitar 120 hari sehingga panen lebih cepat dan perputaran modal menjadi dua kali lebih cepat. (Ant)
