Tutup Defisit Anggaran, Pemerintah Utang Rp40,2 Triliun

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro.
Sumber :
  • ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

VoxPop.co.id – Target defisit anggaran terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang sudah ditetapkan dalam pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar 2,15 persen dipastikan akan meningkat pada APBN-Perubahan menjadi 2,48 persen.

img_title Rupiah Melemah Usai Kabar Rencana Penarikan Utang Baru Pemerintah di 2026

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, semakin meningkatnya defisit anggaran ini memang selaras dengan langkah pemerintah untuk menurunkan target penerimaan negara secara keseluruhan. Dari yang sebelumnya Rp1.822,5 triliun, menjadi Rp1.734,5 triliun di APBN-Perubahan.

“Maka, ada tambahan defisit dari 2,15 persen menjadi 2,48 persen,” kata Bambang dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis 2 Juni 2016.

img_title Defisit APBN Terancam Tembus 3 Persen pada Tahun 2025 Buntut Penerimaan Pajak Turun hingga 41,8 Persen

Secara bersamaan, belanja negara pun ikut diturunkan dari yang sebelumnya Rp2.095,7 triliun, menjadi Rp2.047,8 triliun dalam APBN-Perubahan. Artinya, pemerintah menurunkan setidaknya Rp47,9 triliun untuk porsi belanja negara secara keseluruhan.

Demi menambal defisit tersebut, mantan Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal itu mengatakan bahwa pemerintah akan menambah utang sebesar Rp40,2 triliun dari yang sebelumnya Rp273,2 triliun. Selain itu, pemerintah pun akan menggunakan instrumen lainnya.

img_title Ekonomi Nasional Hadapi Jatuh Tempo Utang Pemerintah Era COVID-19 dan Ancaman Krisis Finansial

“Dalam menutup defisit, kami akan memanfaatkan sebagian SAL (Saldo Anggaran Lebih) ditambah dengan SBN (Surat Berharga Negara),” katanya.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Utang Pemerintah Capai Rp 9.138 Triliun, Purbaya Janji Optimalisasi dan Tekan Penambahan

Purbaya meminta masyarakat tak memandang negatif besaran utang hanya berdasarkan angka, bahkan menganggapnya sebagai sentimen negatif bagi perekonomian.

img_title
VoxPop.co.id
10 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut