Wayang Listrik, Memadukan Wayang dan Teknologi
Sebanyak 600 siswa-siswa dari 6 SMP dan 6 SMU wilayah Jakarta dan sekitarnya terpukau dengan wayang listrik Made.
Salah satunya Ancila Sekar, pelajar kelas XI SMK Strada Budi Luhur, ia mengatakan, “Asik banget, awalnya kita para remaja mungkin bingung karena pertunjukan wayang kan kuno dan enggak keren. Dulu pas pulang kampung, aku pernah diajak nonton wayang, karena pakai bahasa daerah jadi aku kurang begitu mengerti. Tapi pas, kita datang ke Wayang for Student, kita lebih mengerti karena pertunjukannya pakai bahasa Indonesia dan tadi juga ada yang disisipi bahasa inggris. Menurutku, acara ini keren, kita jadi tahu cerita tentang Rama dan Sita, dan juga tahu tentang wayang,”katanya.
‘Wayang for Student’ merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bakti BCA bidang budaya, yang berada di bawah payung program ‘BCA untuk Wayang Indonesia’. Acara ini diselenggarakan untuk mengedukasi sekaligus memperkenalkan wayang sebagai salah satu budaya Indonesia yang diakui oleh UNESCO kepada generasi muda Indonesia. Dalam kegiatan yang mengusung tema ‘Wayang in The City’ ini, BCA menghadirkan pertunjukan wayang yakni Pentas Wayang Golek oleh Adi Konthea dari Sunda dan Pentas Wayang Listrik dengan dalang I Made Sidia dari Bali.
“Kami melihat, saat ini keterlibatan generasi muda dalam budaya wayang dan frekuensi pagelaran wayang masih minim sehingga membuat wayang kurang berdaya dalam merebut ruang dan perhatian anak-anak muda Indonesia. Kehadiran Wayang for Student diharapkan dapat terus mendorong generasi muda Indonesia untuk lebih mengenal, mencintai, dan tergerak untuk melestarikan budaya bangsa yang telah diakui dunia ini,” ujar Direktur BCA Suwignyo Budiman.
Selain itu, BCA juga mengadakan kontes Videg Blog (Vlog), dimana para siswa membuat vlog berdurasi 1 menit dengan tema wayang Indonesia.
Sebelumnya BCA telah mengadakan pertunjukan wayang serupa namun selama lima hari dengan mengajak 3.000 siswa-siswi SMP dan SMU di Semarang pada September 2016. Pada tahun 2015, BCA juga menggelar pagelaran ‘Wayang in Town-Journey in A Thousan Years’ di Galeri Indonesia Kaya yang dihadiri 600 pelajar yang berasal dari 20 SMP dan SMU di Jakarta dan Tangerang.
