Pernyataan Berkelas Luke Xavier Keet Usai Ikut TC Timnas Indonesia U-22 Jelang SEA Games 2025

Luke Xavier
Sumber :
  • ANTARA/Zaro Ezza Syachniar

VoxPop – Pemain diaspora muda, Luke Xavier Keet, menunjukkan tekad besar untuk bisa membela Timnas Indonesia U-22 di ajang SEA Games 2025.

img_title Gagal Hindarkan Timnas Indonesia dari Kekalahan, Thom Haye Disindir Media Vietnam

Meski belum masuk daftar pemain yang dipanggil pelatih Indra Sjafri dalam pemusatan latihan (TC), Luke datang dengan semangat tinggi untuk membuktikan kualitasnya di lapangan.

Luke saat ini bermain untuk klub GS Illioupolis, yang berlaga di divisi dua Liga Yunani. Pemain berusia 22 tahun ini dikenal fleksibel karena mampu bermain di posisi winger. Ia memiliki darah Indonesia dari sang ibu dan keturunan Australia dari ayahnya.

img_title Duo Pacitan Siap Bela Singapura saat Hadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

“Saya sangat tersanjung diberi kesempatan ini. Menjadi bagian dari tim ini adalah kehormatan besar. Saya ingin melakukan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Luke dengan penuh semangat.

Meski sudah lama tinggal di luar negeri, Luke mengaku masih memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Indonesia — tempat ia melewati masa kecilnya. Keinginannya sederhana: memberikan kontribusi nyata untuk Merah Putih.

img_title Jay Idzes Masuk ‘Dream Team’ Sassuolo Ala Jurnalis Italia, Lolos Kompetisi Eropa Jadi Target Utama

“Apapun itu, saya ingin membantu tim. Saya percaya pada pelatih dan para pemain. Mereka punya potensi luar biasa. Masyarakat Indonesia pantas melihat tim ini menang. Jika saya bisa membantu, saya akan lakukan yang terbaik,” tegas Luke.

Kecintaan Luke terhadap Indonesia semakin menguat setelah menyaksikan perjuangan Timnas senior dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Semangat juang para pemain menjadi sumber inspirasinya.

“Sejujurnya, saya sudah lama tidak pulang ke sini. Tapi melihat perjuangan Timnas di Kualifikasi Piala Dunia benar-benar menyentuh hati saya. Itu membuat saya semakin merasa terhubung dengan negara ini,” ungkapnya.

Selain Luke, dua pemain lain yang juga tidak masuk daftar resmi TC namun ikut berlatih bersama skuad U-23 adalah Muhammad Mishbah dan Reycredo Beremanda dari klub Agulias UMak yang bermain di Filipina.

Meski sudah lama meninggalkan Indonesia, Luke tetap berusaha menyesuaikan diri, termasuk dalam hal bahasa. Ia mengaku banyak terbantu oleh rekan-rekannya sesama pemain diaspora dan naturalisasi.

“Brandon [Scheunemann] banyak membantu saya. Begitu juga beberapa pemain naturalisasi lainnya. Mereka sering menjelaskan banyak hal saat makan malam,” kata Luke sambil tersenyum.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut