Pilih Pecat Patrick Kluivert, Negara dengan Penduduk Kurang dari 200 Ribu Ini Bangkit Lolos Kualifikasi Piala Dunia
- AP Photo/Tatan Syuflana
Kluivert menangani Curacao pada 2015–2016. Mereka memainkan delapan laga dan kalah tiga kali, termasuk kekalahan 0-1 melawan El Salvador pada Kualifikasi Piala Dunia 2018. Meski hasil yang didapat tidak terlalu baik, Federasi Sepak Bola Curacao (FFK) sempat menawarkan perpanjangan kontrak. Kluivert menolak lantaran memilih kembali ke Eropa.
Pada 2020, Curacao menunjuk Guus Hiddink, namun pelatih senior itu batal debut karena terinfeksi COVID-19. Ketika Hiddink masih menjalani pemulihan, FFK kembali menunjuk Kluivert sebagai caretaker.
Di periode keduanya, Kluivert memimpin enam pertandingan termasuk fase Kualifikasi Piala Dunia 2022. Mereka kembali gagal lolos setelah tersingkir di ronde kedua oleh Panama dengan agregat 1-2. Setelah kegagalan tersebut, Kluivert diberhentikan. Curacao kemudian memasuki periode sulit dan sempat bergonta-ganti pelatih sebanyak tiga kali.
Era Dick Advocaat dan Lahirnya Tim yang Tak Terkalahkan
Situasi mulai berubah ketika FFK menunjuk mantan pelatih Timnas Belanda, Dick Advocaat, pada Januari 2024. Di bawah pelatih kawakan ini, Curacao tampil jauh lebih stabil, disiplin, dan efektif.
Sejak menukangi Curacao, Advocaat telah memimpin 18 laga dengan 11 kemenangan di antaranya. Di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Concacaf, Curacao bahkan tidak tersentuh kekalahan. Mereka menutup fase grup dengan tiga kemenangan dan tiga imbang.
Performa solid inilah yang membawa negara kecil tersebut menciptakan sejarah besar. Curacao akhirnya tampil di putaran final Piala Dunia untuk kali pertama sejak mereka berdiri sebagai negara otonom di Kerajaan Belanda.
