Starting Lineup Terbaik Versi Eric Cantona, Pilihannya Bikin Kaget!
Aksi Roy Keane di Turin
- Wallpapers
Kemudian ada Carlos Valderrama, gelandang flamboyan Kolombia. Di luar lapangan, ia digambarkan “pemalu dan pendiam”, namun ketika menguasai bola, Valderrama menjadi pemain dengan “visi yang baik” dan mampu mengarahkan permainan ke mana pun yang ia inginkan. Cantona bahkan menyebut kerja sama mereka di Montpellier sebagai “kesenangan mutlak.”
Pada posisi berikutnya, Cantona menempatkan Diego Maradona, sosok yang dinilainya sebagai pesepak bola terhebat sepanjang masa. Cantona menilai Maradona istimewa karena “membawa timnya sendiri” menuju kemenangan—sebuah keunggulan yang menurutnya tidak dimiliki Pelé.
Di sektor sayap, Cantona memilih Garrincha di kanan. Ia menggambarkan ikon Brasil itu sebagai pemain “sempurna”, meski menyesalkan minimnya rekaman video yang menampilkan aksinya. Ia tertarik pada Garrincha karena kisah-kisah luar biasa yang dituturkan banyak orang.
Untuk sayap kiri, pilihannya adalah Johan Cruyff. Cantona menyebut Cruyff sebagai “pencipta” dan pusat revolusi sepak bola modern, pemain yang bisa tampil di posisi apa pun jika ia mau. Kekaguman Cantona terhadap Cruyff bahkan sudah tumbuh sejak kecil, ketika foto sang legenda terpajang di dinding kamar tidurnya.
Johan Cruyff
- futbolita
Garis depan ditempati dua nama besar: Mario Kempes dan George Best. Kempes dipilih karena “keanggunan” bermain serta kontribusinya dalam membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1978.
Sementara George Best, legenda Manchester United, digambarkan Cantona sebagai “jiwa bebas” dengan “karisma yang luar biasa”. Meski Best dikenal memiliki kehidupan pribadi yang penuh kontroversi, Cantona menegaskan bahwa ketika bermain, “dia selalu fokus.”
