Antusiasme Pecah Rekor, Timo Scheunemann Perketat Seleksi MLSC
- Istimewa
Untuk Seri 2, jadwal juga disesuaikan dengan kalender akademik agar tidak mengganggu aktivitas sekolah.
“Di tahun sebelumnya ada pemain yang lolos tapi tak bisa tampil karena bentrok jadwal. Sekarang semuanya diselaraskan agar partisipasi maksimal,” ujar Teddy.
Timo menambahkan, persaingan di All-Stars dipastikan akan lebih keras dibanding musim lalu. Juara bertahan Kudus pun ia sebut berada dalam ancaman.
“Setiap kota kini punya kualitas yang makin merata. Teknik, taktik, dan mental meningkat drastis. All-Stars nanti pasti panas!” tuturnya.
Format pertandingan pun berubah dari 7 vs 7 menjadi 9 vs 9 agar peserta semakin siap tampil di kompetisi yang lebih tinggi seperti Hydroplus Soccer League dan Pertiwi Cup.
Final KU-10 menghadirkan duel ketat. Cipinang Muara 19 Pagi tampil agresif sejak awal, namun rapatnya pertahanan SDN Cipayung 02 membuat laga berjalan alot hingga harus ditentukan lewat penalti. Keyla, yang tampil gemilang sepanjang turnamen, menjadi salah satu eksekutor yang memastikan gelar.
“Senang banget bisa juara. Semoga bisa mengulanginya di seri kedua nanti,” ucap Keyla yang dinobatkan sebagai Best Player KU-10.
Di KU-12, laga tak kalah sengit. SDN Kunciran 4 yang tampil impresif sejak menit awal sempat unggul 2-0, namun Sekolah Anak Indonesia mengejar dengan cepat hingga laga berakhir 3-3. Di babak adu penalti, kiper Shofie Salsabila tampil heroik dengan satu penyelamatan penting.
“Dari dulu sering sampai final, tapi baru kali ini juara. Ini kemenangan yang sangat berarti. Semoga aku bisa tampil di All-Stars 2026,” katanya.
