Apa yang Pernah Diucapkan Ronaldo Kini Terlihat di Manchester United

Cristiano Ronaldo saat memperkuat Manchester United
Sumber :
  • AP Photo/Rui Vieira

VoxPop – Kritik keras Cristiano Ronaldo terhadap pemain muda Manchester United yang sempat menuai kontroversi kini kembali mencuat. Pernyataan megabintang Portugal itu dinilai mulai terbukti, menyusul komentar terbaru pelatih Man United saat ini, Ruben Amorim.

img_title Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez Siap Menikah Pekan Depan, Ini Bocoran Pernikahan Mewah Mereka

Ronaldo sempat menjadi sasaran kecaman setelah melontarkan sejumlah pernyataan pedas menjelang kepergiannya dari Old Trafford pada awal 2023. Padahal, kepulangan CR7 ke Manchester United pada 2021 sempat disambut bak pahlawan, setelah direkrut dari Juventus untuk periode keduanya di Inggris.

Namun, perjalanan Ronaldo di periode kedua bersama Setan Merah tak berjalan mulus. Meski mencetak lebih dari 20 gol pada musim pertamanya, hubungannya dengan manajer Erik ten Hag memburuk. Puncaknya adalah konflik terbuka yang berujung pada kepergian Ronaldo secara tidak terhormat.

img_title Tijjani Reijnders Komentari Penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Singgung Sang Adik

Dalam wawancara kontroversial bersama Piers Morgan pada akhir 2022, Ronaldo secara terbuka mengkritik mentalitas pemain muda, termasuk di Manchester United. Ia menilai generasi baru pesepakbola tidak memiliki disiplin, lapar prestasi, dan daya juang seperti generasinya.

“Mereka hidup di era yang berbeda. Semuanya terasa mudah, mereka tidak menderita dan tidak terlalu peduli,” ujar Ronaldo kala itu.

img_title Gelandang Keturunan Indonesia Tijjani Reijnders Segera Kembali ke Italia? Juventus Bisa Merekrutnya dengan Skema Begini

CR7 menegaskan kritik tersebut bukan hanya ditujukan kepada pemain muda di Manchester United, melainkan fenomena global di dunia sepak bola. Menurutnya, kemajuan teknologi membuat fokus dan mental generasi baru mudah teralihkan.

Ronaldo juga mengenang masa mudanya ketika dikelilingi figur-figur besar seperti Roy Keane, Ryan Giggs, Rio Ferdinand, dan Ruud van Nistelrooy. Dari merekalah ia belajar soal profesionalisme, mental juara, dan menjaga konsistensi hingga mampu bertahan di level tertinggi selama bertahun-tahun.

Kini, lebih dari tiga tahun berselang, pernyataan Ronaldo seolah mendapat pembenaran. Ruben Amorim, pelatih Manchester United saat ini, secara terbuka mengkritik sikap pemain muda di dalam skuadnya.

Dalam konferensi pers terbaru, Amorim menyoroti apa yang ia sebut sebagai “rasa memiliki yang berlebihan” atau entitlement di kalangan pemain muda.

“Saya pikir ada perasaan terlalu berhak di klub ini. Kadang kata-kata keras itu perlu. Situasi sulit bukan hal buruk untuk pemain muda,” ujar Amorim.

Pelatih berusia 40 tahun itu juga menyinggung fenomena pemain yang mudah bersuara melawan klub ketika tidak mendapat menit bermain, sesuatu yang menurutnya mencerminkan lemahnya mental bertarung.

“Legenda klub dulu mengatakan, jika tidak bermain, berjuang atau pergi. Sekarang, semua merasa manajer selalu salah. Padahal, seharusnya kita bertahan dan berjuang bersama,” katanya.

Komentar Amorim tersebut terdengar sangat selaras dengan kritik Ronaldo beberapa tahun lalu. Budaya di internal Manchester United kembali dipertanyakan, khususnya terkait pembinaan mental dan profesionalisme pemain muda.

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes

Manchester United Dapat Kabar Baik, Bruno Fernandes hingga Matheus Cunha Segera Kembali

Manchester United mendapat suntikan tenaga jelang memasuki fase penting pramusim 2026. Sejumlah pemain senior dipastikan kembali bergabung bersama skuad dalam sesi latiha

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut