Media Eropa Ragukan John Herdman Tangani Timnas Indonesia, Singgung Risiko Gagal di Asia

Calon pelatih Timnas Indonesia John Herdman
Sumber :
  • Canada Soccer

Jakarta, VoxPop – Belum ada pengumuman resmi, namun wacana penunjukan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia sudah lebih dulu menuai sorotan tajam dari luar negeri. Kritik bahkan datang dari media Eropa, yang menilai langkah PSSI ini berisiko mengulang kesalahan lama.

img_title 3 Senjata Mematikan Singapura untuk Timnas Indonesia

Media asal Swiss, The International Window, secara terbuka mempertanyakan kecocokan Herdman dengan karakter sepak bola Asia. Mereka menyebut PSSI berpotensi terjebak pada nama besar semata, tanpa kajian mendalam soal kebutuhan taktik dan tantangan spesifik di zona AFC.

Dalam laporannya, media itu menyebut rencana penunjukan Herdman sebagai potensi “blunder besar” berikutnya. Media tersebut bahkan menarik paralel dengan kegagalan era Patrick Kluivert, yang dinilai tidak berjalan sesuai ekspektasi meski datang dengan reputasi tinggi.

img_title Permalukan Timnas Indonesia 3-0, Nguyen Xuan Son Belum Puas: Vietnam Ingin Pertahankan Gelar Piala AFF

Calon pelatih Timnas Indonesia John Herdman

Photo :
  • MLS

Menurut mereka, keberhasilan Herdman membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 tidak otomatis menjamin kesuksesan di Asia. Mereka menilai PSSI terlihat terlalu terpikat oleh rekam jejak internasional Herdman, tanpa mempertimbangkan secara serius kecocokan pendekatan taktiknya dengan kultur sepak bola Asia yang dikenal kompleks dan pragmatis.

img_title Mitchell Baker Tak Lagi Sendiri, Hattrick Gila Striker Myanmar Ubah Peta Persaingan Top Scorer Piala AFF 2026

Kritik utama diarahkan pada aspek kedalaman taktik dan kemampuan adaptasi. Herdman disebut lebih menonjol sebagai sosok motivator dibanding pelatih dengan pendekatan teknis mendalam. Adaptasi bahasa dan budaya juga dipandang sebagai tantangan besar saat harus menangani Skuad Garuda yang memiliki karakteristik unik.

“Herdman memang seorang motivator ulung yang mampu membakar semangat pemain. Namun, untuk urusan sentuhan akhir di level tertinggi Asia, kemampuannya masih sangat diragukan,” tulis The International Window, dikutip Rabu, 24 Desember 2025.

Pandangan tersebut memantik perdebatan di kalangan pengamat sepak bola Indonesia. Pertanyaannya mengerucut pada kebutuhan utama Timnas saat ini: apakah Indonesia memerlukan figur pembakar motivasi, atau justru pelatih dengan kapasitas taktik tinggi yang mampu membongkar pertahanan rapat tim-tim Timur Tengah dan Asia Timur.

Peringatan dari media Eropa itu juga dianggap relevan mengingat tantangan di zona AFC sangat berbeda dengan CONCACAF. Sejarah mencatat, perbedaan budaya dan hambatan komunikasi kerap menjadi faktor kegagalan pelatih asing di Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut