Layangkan Tendangan Kungfu, Pemain Putra Jaya Pasuruan Terancam Sanksi Larangan Main Seumur Hidup

Aksi Keji Pemain Putra Jaya Pasuruan, Hilmi Gimnastiar tendang dada lawan
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop – Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur mengambil alih penanganan insiden keras yang terjadi dalam laga Liga 4 antara PS Putra Jaya Pasuruan dan Perseta 1970 Tulungagung. Kasus ini menjadi perhatian setelah dinilai mengandung unsur dugaan pelanggaran disiplin berat.

img_title Safin Pati Sports School Minta Maaf Usai Pemainnya Lakukan Tendangan Kungfu di Piala Soeratin U-17 Pati

Insiden tersebut berlangsung di Stadion Bangkalan, Senin 5 Januari 2026, dan kini memasuki tahap pemeriksaan resmi oleh otoritas disiplin sepak bola Jawa Timur.

Ketua Komdis PSSI Jawa Timur, Makin Rahmat, menjelaskan bahwa pihaknya telah menelaah rekaman video pertandingan serta laporan perangkat laga. 

img_title Aksi Tendangan Kungfu Mewarnai Laga Piala Soeratin U-17 di Pati Viral, Seorang Pemain Dilarikan ke Rumah Sakit

Berdasarkan hasil pengamatan awal, pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar, terlihat melakukan tendangan kungfu dengan kaki kanan yang mengarah ke bagian dada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman.

Menurut Makin, kejadian tersebut terjadi sekitar menit ke-72 pertandingan, saat Perseta tengah unggul sementara dengan skor 4-0. Ia menilai dari tayangan video, tindakan tersebut memenuhi unsur pelanggaran berat.

img_title Tendangan Kungfu di EPA Jadi Alarm Keras, I.League Siapkan Hukuman Lebih Tegas

Penanganan kasus ini langsung diambil alih Komdis PSSI Jawa Timur. Sidang disiplin dijadwalkan berlangsung pada Selasa 11 Januari 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, dengan agenda utama menentukan bentuk dan tingkat pelanggaran yang dilakukan pemain bersangkutan.

Makin menyebut, insiden ini berpotensi masuk kategori pelanggaran disiplin berat sebagaimana diatur dalam Pasal 48 Kode Disiplin PSSI. Pasal tersebut memuat ancaman hukuman paling berat berupa larangan bermain seumur hidup, meski keputusan akhir baru dapat ditetapkan setelah seluruh rangkaian sidang dan pemeriksaan rampung.

“Semua akan diputuskan dalam sidang komdis hari ini, semoga bisa secepatnya untuk keluar hasilnya,” ujar Makin saat dikonfirmasi awak media Selasa 6 Januari 2026.

Sementara itu, pemain Perseta 1970 Tulungagung yang menjadi korban masih menjalani perawatan medis pascakejadian. Komdis PSSI Jawa Timur menyampaikan belum dapat memastikan apakah pemain tersebut akan dirujuk ke rumah sakit di Surabaya atau tetap dirawat di Bangkalan, menyesuaikan dengan kondisi dan lokasi pertandingan.

Dalam kesempatan yang sama, Makin mengapresiasi respons cepat panitia pelaksana pertandingan yang langsung memberikan pertolongan pertama di lapangan. Ia menegaskan pentingnya prosedur keselamatan pemain agar insiden fatal tidak kembali terulang di lapangan sepak bola.

Kerusuhan pada pertandingan Universitas Safin Pati melawan BJL 2000 Semarang di Piala Soeratin U-17 Pati

Buntut Tendangan Kungfu Pemain di Piala Soeratin U-17 Pati, PSSI Jateng Jatuhkan Sanksi Skors 5 Tahun

Tendangan kungfu yang dilakukan seorang pemain Universitas Safin Pati FC pada ajang Piala Soeratin U-17 menjadi perhatian publik. PSSI Jateng jatuhkan sanksi

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut